DBD Tidak Menular Lewat Sentuhan, Ini Fakta yang Sering Disalahpahami

Demam Berdarah Dengue atau DBD sering memicu kekhawatiran di tengah keluarga, terutama saat ada anggota rumah sakit yang sakit dan banyak orang datang menjenguk. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah DBD bisa menular lewat sentuhan, keringat, atau percikan ludah.

Faktanya, DBD tidak menular secara langsung antarmanusia. Berdasarkan informasi dari Kemenkes dan Lifebuoy, virus dengue hanya berpindah melalui nyamuk, khususnya Aedes aegypti betina.

DBD Tidak Menular Lewat Sentuhan

DBD tidak menyebar saat seseorang berjabat tangan, memeluk pasien, atau menyentuh kulit penderita. Penyakit ini juga tidak menular lewat keringat maupun percikan ludah saat berbicara.

Artinya, berada dekat dengan pasien DBD tidak otomatis membuat orang lain tertular. Risiko utama tetap berasal dari gigitan nyamuk yang sebelumnya telah membawa virus dengue.

Peran Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti menjadi satu-satunya perantara penyebaran virus dengue. Nyamuk ini terlebih dulu menggigit orang yang sudah terinfeksi, lalu virus berkembang di tubuh nyamuk selama 8 hingga 12 hari.

Setelah itu, nyamuk dapat menularkan virus ke orang lain melalui gigitannya. Karena itu, pencegahan DBD sangat bergantung pada pengendalian nyamuk di lingkungan sekitar.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala DBD biasanya muncul 4 hingga 10 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Tanda yang sering muncul antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, ruam merah pada kulit, serta perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah.

Keluhan ini perlu dipantau dengan serius karena DBD bisa memburuk cepat bila terlambat ditangani. Pada masa pancaroba dan cuaca lembap, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi tersebut mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Waspadai Fase Kritis Saat Demam Turun

DBD sering mengecoh karena kondisi pasien bisa tampak lebih baik saat demam mulai turun. Padahal, pada fase kritis inilah risiko kebocoran pembuluh darah dan gangguan tekanan darah justru meningkat.

Pasien umumnya melewati tiga fase, yaitu fase demam pada hari 1 sampai 3, fase kritis pada hari 4 sampai 5, dan fase penyembuhan pada hari 6 sampai 7. Keluarga pasien perlu memahami bahwa penurunan suhu tubuh bukan selalu tanda aman.

Kelompok yang Lebih Rentan

DBD dapat menyerang siapa saja, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko komplikasi yang lebih berat. Kelompok tersebut meliputi anak-anak di bawah 15 tahun, bayi, lansia, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dan orang yang pernah terinfeksi dengue sebelumnya.

Infeksi kedua sering disebut lebih berisiko berat dibanding infeksi pertama. Karena itu, orang yang pernah terkena DBD tetap perlu waspada terhadap kemungkinan terinfeksi kembali melalui gigitan nyamuk.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button