Generasi muda mulai tampil bukan hanya sebagai penerima manfaat program kesehatan, tetapi juga sebagai perancang solusi atas persoalan yang mereka hadapi sendiri. Dari anemia pada remaja putri hingga kesehatan mental dan layanan kesehatan inklusif, inisiatif berbasis anak muda kini mendapat ruang lebih besar untuk diuji di tingkat lokal.
Perubahan ini terlihat dalam Youth Innovation Challenge: Inovasi untuk Kesehatan yang digelar ChildFund International di Indonesia. Program tersebut mendorong mahasiswa, komunitas, dan organisasi kepemudaan mengembangkan gagasan berbasis bukti untuk menjawab tantangan kesehatan di komunitas masing-masing.
Menurut ChildFund International di Indonesia, pendekatan semacam ini penting karena lanskap kesehatan, lingkungan, dan sosial terus berubah. Kebutuhan di lapangan juga dinilai menuntut solusi yang lebih adaptif, partisipatif, dan dekat dengan pengalaman masyarakat.
Senior Specialist–Health ChildFund International di Indonesia, Siti Aisah, menyatakan generasi muda memiliki kedekatan dengan persoalan yang dihadapi komunitasnya. Kedekatan itu dinilai membuat solusi yang mereka rancang lebih relevan dengan kebutuhan nyata.
Ia mengatakan antusiasme peserta menunjukkan semakin banyak anak muda ingin berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kontribusi itu muncul melalui pendekatan yang bertumpu pada data dan kondisi lapangan, bukan sekadar ide umum.
Dari lebih 80 proposal, empat tim masuk tahap implementasi
Program ini membuka pendaftaran bagi komunitas pemuda, mahasiswa, dan organisasi yang memiliki gagasan inovatif di bidang kesehatan. Dari lebih dari 80 proposal yang masuk, 11 tim mengikuti pendampingan intensif sebelum empat tim terpilih untuk mengimplementasikan inovasinya selama tiga bulan.
Empat proyek terpilih membawa fokus yang berbeda, tetapi sama-sama menyasar persoalan kesehatan yang dekat dengan kehidupan remaja dan anak. Isunya mencakup layanan kesehatan inklusif, pencegahan stunting, perbaikan gizi, serta pemanfaatan teknologi untuk deteksi dini.
Salah satu proyek yang lolos adalah NOWGUT yang dikembangkan Youth in Public Health Indonesia bersama Anara Indonesia. Program ini menghadirkan sistem deteksi gangguan pencernaan pada anak dengan disabilitas intelektual untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih inklusif.
Proyek lain, RED FOR HER BRIGHT dari RED Project Indonesia, berfokus pada pencegahan anemia pada remaja putri. Upaya itu dilakukan melalui edukasi dan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari langkah menekan risiko stunting.
Yayasan Santri Peduli Negeri atau SAPIN juga mengembangkan program yang menyasar lingkungan pesantren. Program ini memperkuat perilaku gizi untuk mencegah anemia pada santri putri lewat perbaikan pola konsumsi dan lingkungan pangan.
Di bidang teknologi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia bersama Perhimpunan Digital Medis Indonesia mengembangkan PREVIA atau Preventive Intelligence for Adolescent Health. Inovasi digital ini ditujukan untuk mendukung deteksi dini sekaligus meningkatkan literasi kesehatan remaja.
Anak muda ditempatkan sebagai mitra strategis
ChildFund International di Indonesia menilai inovasi yang dibawa empat tim itu menunjukkan kapasitas anak muda tidak berhenti pada kreativitas. Gagasan mereka juga dinilai dapat diukur dampaknya dan berpeluang dikembangkan lebih luas.
Pendekatan ini sejalan dengan model pelibatan anak muda yang selama beberapa tahun terakhir diterapkan dalam berbagai program kesehatan remaja berbasis sekolah. Anak muda tidak hanya dilibatkan saat pelaksanaan, tetapi juga sejak tahap identifikasi masalah hingga evaluasi program.
Dalam model tersebut, pelibatan mencakup pemetaan kondisi kesehatan remaja di sejumlah daerah. Kegiatan lain meliputi pelatihan guru dan siswa, pembentukan konselor sebaya, serta penguatan sistem rujukan kesehatan.
Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dari pendekatan itu. Tujuannya adalah membentuk lingkungan sekolah yang lebih sehat dan lebih siap merespons kebutuhan remaja.
Youth Officer ChildFund International di Indonesia, Daniel Candra, menilai tingginya partisipasi pemuda dan komunitas dari berbagai wilayah sebagai sinyal positif. Menurut dia, besarnya minat tersebut menunjukkan potensi dan komitmen generasi muda dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.
Ia menyebut berbagai gagasan yang masuk memperlihatkan kesiapan anak muda untuk ikut menjaga agar setiap anak di Indonesia dapat tumbuh sehat, aman, dan sejahtera. Karena itu, pelibatan generasi muda dinilai penting bagi masa depan pembangunan kesehatan nasional.
Harapan berikutnya adalah memperluas kolaborasi agar inovasi semacam ini tidak berhenti pada proyek percontohan. ChildFund mendorong keterlibatan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk memperbesar penerapan solusi kesehatan yang digagas anak muda di berbagai daerah Indonesia.
Source: www.suara.com






