Belakangan, Gen Z semakin sering mencari pasangan di tempat yang dulu dianggap cuma ruang hobi. Pergeseran ini menandai kejenuhan pada dating apps dan dorongan untuk menemukan koneksi yang terasa lebih natural, tanpa tekanan obrolan yang serba terburu-buru.
Studi terbaru dari EduBirdie menemukan bahwa 1 dari 4 Gen Z kini memanfaatkan aktivitas favorit mereka untuk bertemu orang baru. Di saat yang sama, banyak dari mereka menilai hubungan yang lahir dari kesamaan minat terasa lebih autentik dibanding interaksi yang hanya bergantung pada layar ponsel.
Klub Lari Jadi Ruang Sosial Baru
Di antara berbagai komunitas, klub lari muncul sebagai salah satu yang paling menonjol. Aktivitas ini tidak lagi dipandang sekadar sarana menjaga kebugaran, tetapi juga tempat bertemu orang-orang dengan energi yang sama.
Survei EduBirdie menunjukkan sekitar 35 persen Gen Z merasa aktivitas outdoor membuat seseorang terlihat jauh lebih menarik. Terapis hubungan Jaime Bronstein menyebut klub lari kini mirip tempat nongkrong, hanya saja suasananya lebih sehat dan lebih terbuka secara emosional.
Ia menilai pengalaman berlari bersama, merasakan lelah yang sama, lalu mengobrol santai setelahnya bisa menciptakan kedekatan tanpa kesan kencan formal. Situasi seperti itu membuat percakapan terasa lebih ringan dan alami.
Kelas Memasak Mengurangi Canggung
Kelas memasak juga masuk daftar tempat yang semakin dilirik. Aktivitas sederhana ini memberi ruang interaksi yang lebih santai, sehingga momen perkenalan tidak terasa kaku seperti first date pada umumnya.
Survei yang sama mencatat sekitar 81 persen Gen Z menganggap kemampuan memasak membuat seseorang terlihat lebih menarik. Bronstein menjelaskan bahwa kelas memasak menawarkan suasana santai tanpa tekanan, tetapi dipenuhi banyak momen kecil yang membantu membangun koneksi.
Ia menyebut aktivitas seperti memotong bahan bersama, saling bertanya, hingga mencicipi makanan yang dibuat bersama dapat memicu fast-track intimacy atau kedekatan yang terbentuk lebih cepat. Dari rutinitas sederhana, rasa nyaman bisa tumbuh lebih cepat.
Komunitas Gaming dan Chemistry yang Terlihat
Komunitas gaming juga menjadi jalur baru bagi Gen Z untuk bertemu calon pasangan. Interaksi di dalam game dinilai terasa lebih natural karena orang bisa saling mengenal lewat kerja sama, bukan lewat percakapan yang dibuat-buat.
Dalam survei yang sama, sekitar 58 persen Gen Z mengaku gaming menjadi salah satu hobi favorit mereka. Sebanyak 31 persen juga merasa seseorang terlihat lebih menarik ketika memiliki minat yang sama dalam dunia game.
Bronstein mengatakan game multiplayer menciptakan kerja sama tim dan tujuan bersama, sehingga orang bisa terhubung tanpa tekanan seperti kencan tradisional. Dari permainan bersama, karakter seseorang juga lebih mudah terlihat saat menghadapi tekanan, berkomunikasi, dan mengatasi frustrasi.
Kelas Improve Menonjolkan Kepribadian
Kelas improve atau latihan akting spontan ikut naik daun sebagai tempat bertemu orang baru. Bagi sebagian orang, humor dan kemampuan berpikir cepat dianggap penting dalam hubungan, dan aktivitas ini memberi ruang untuk melatih keduanya.
Peserta kelas improve dituntut mendengarkan lawan bicara, merespons spontan, dan berpikir cepat. Bronstein menyebut kelas ini bisa menunjukkan chemistry sosial dengan cara yang sulit ditemukan di tempat lain.
Ia juga menilai aktivitas tersebut membantu seseorang berhenti terlalu memikirkan penilaian orang lain. Dalam konteks dating, kemampuan membangun percakapan yang nyaman kini menjadi nilai tambah yang semakin dicari.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa Gen Z tidak lagi hanya mengandalkan dating apps untuk mencari pasangan. Mereka kini lebih terbuka pada ruang-ruang hobi yang memberi kesempatan untuk melihat karakter asli seseorang sambil berbagi aktivitas yang sama.
Source: www.beautynesia.id






