Cuaca Panas Bukan Alasan Mager, Ini Cara Tubuh Bisa Cepat Tahan Berolahraga

Cuaca panas sering membuat orang menunda olahraga karena tubuh terasa cepat lelah dan napas lebih berat. Padahal, tubuh tetap perlu bergerak agar energi dari makanan tidak menumpuk dan memicu masalah kesehatan.

Olahraga juga punya manfaat untuk kesehatan psikologis. Di saat yang sama, tubuh memang tidak bekerja senyaman ketika cuaca sejuk karena suhu inti ikut naik, otot lebih cepat lelah, dan kerja jantung menjadi lebih berat.

Membiasakan tubuh lewat heat acclimatization

Cara yang paling relevan untuk menghadapi olahraga di cuaca panas adalah heat acclimatization, yaitu pembiasaan tubuh terhadap suhu panas. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan pengaturan suhu dan ketahanan tubuh agar performa fisik tetap optimal di lingkungan panas.

Metode ini tidak hanya dipakai atlet. Orang yang berolahraga untuk kebugaran sehari-hari juga bisa menerapkannya, selama porsi latihannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Langkah awalnya adalah membangun toleransi panas secara bertahap. Salah satu target yang disebutkan adalah memicu kenaikan suhu inti tubuh hingga sekitar 38,5 derajat Celsius dan mempertahankannya minimal 60 menit.

Untuk hasil terbaik, total waktu latihan di tempat panas disarankan 60 hingga 90 menit per sesi. Pemula bisa memulainya dengan olahraga ringan selama 15–20 menit di luar ruangan pada tiga hari pertama, lalu menaikkan durasinya sedikit demi sedikit.

Pilih metode yang paling sesuai

Setelah tubuh mulai terbiasa, ada beberapa pendekatan yang bisa dipilih. Salah satunya adalah berolahraga seperti biasa di luar ruangan panas selama 60–90 menit per sesi, dengan beban dan kecepatan mengikuti kenyamanan tubuh.

Ada juga metode beban konstan, yaitu latihan di ruangan hangat dengan kecepatan atau beban yang sama dari awal sampai akhir. Jika intensitasnya ringan, durasi bisa ditargetkan 100 menit per sesi dengan masa adaptasi 10–14 hari, sedangkan untuk intensitas tinggi cukup 30–45 menit per sesi dengan adaptasi 5–9 hari.

Pilihan lain adalah memantau detak jantung saat latihan di tempat panas. Detak jantung dijaga konsisten sekitar 70 persen dari kapasitas jantung, lalu gerakan diperlambat jika jantung mulai berdebar terlalu kencang karena tubuh kepanasan.

Ada pula paparan panas pasif bagi yang belum bisa berolahraga di tempat panas. Setelah olahraga normal di ruangan sejuk, tubuh langsung diberi paparan panas pasif berupa berendam di air hangat bersuhu 40–44 derajat Celsius selama 30–60 menit.

Rutinitas dan asupan ikut menentukan

Adaptasi panas akan lebih cepat jika latihan dilakukan tiap hari berturut-turut, cukup satu kali sehari. Latihan berkali-kali dalam sehari tidak mempercepat proses adaptasi, sedangkan latihan setiap 2–3 hari sekali justru bisa membuat tubuh butuh waktu hingga satu bulan untuk terbiasa.

Jika terpaksa absen 1–3 hari saat masa adaptasi, hal itu masih dianggap wajar. Namun, bagi yang ingin lebih ringan, sistem selang-seling juga bisa dipakai, misalnya sehari latihan aklimatisasi panas dan sehari latihan normal di tempat yang adem.

Asupan karbohidrat juga perlu diperhatikan karena olahraga di tempat panas membuat cadangan glikogen terkuras lebih cepat. Karbohidrat seperti pisang, roti, atau nasi dianjurkan sebelum latihan, lalu makanan bergizi dikonsumsi setelah selesai.

Hidrasi tidak kalah penting karena keringat membuat cairan tubuh terus berkurang. Berat badan sebaiknya ditimbang sebelum dan sesudah latihan, lalu berat yang hilang diganti hingga 150 persen sebelum jadwal olahraga berikutnya.

Selain air, elektrolit juga perlu dijaga dengan asupan natrium 1,5–3,2 gram per hari. Garam bisa ditambahkan secukupnya ke makanan atau dicampur sekitar setengah gram ke dalam satu liter air minum untuk membantu memancing rasa haus sekaligus mencegah kram otot.

Tanda tubuh mulai terbiasa

Keberhasilan adaptasi panas bisa dikenali dari sejumlah tanda biologis. Tubuh akan lebih cepat berkeringat, produksi keringat meningkat, suhu inti tubuh menjadi lebih rendah, detak jantung lebih stabil, dan kemampuan menahan paparan panas membaik.

Bagi yang hanya mengejar kebugaran harian, prinsip latihannya bisa diambil lalu dimodifikasi. Durasi dapat dibuat lebih pendek atau jarak antarhari diperlebar agar tubuh tetap punya waktu istirahat yang cukup.

Source: www.beautynesia.id
Terkait