Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk 17 daerah di Jawa Tengah pada Selasa (7/4). Peringatan ini juga mencakup ancaman banjir rob di pesisir utara atau Pantura, yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi wilayah pesisir.
BMKG menyebut hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Warga yang tinggal di lereng perbukitan, daerah aliran sungai, dan wilayah rawan genangan diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Wilayah yang Masuk Peringatan
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem perlu diwaspadai oleh masyarakat di daerah rawan. Ia menyebut dampaknya bisa berkembang cepat dan perlu diantisipasi sejak dini.
Berikut 17 daerah di Jawa Tengah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem:
- Banyumas
- Purbalingga
- Banjarnegara
- Wonosobo
- Mungkid
- Boyolali
- Klaten
- Karanganyar
- Sragen
- Temanggung
- Kajen
- Slawi
- Magelang
- Salatiga
- Bumiayu
- Majenang
- Ambarawa
Sementara itu, wilayah Jawa Tengah lainnya masih berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini membuat masyarakat tetap perlu menyiapkan langkah antisipasi, terutama pada jam-jam ketika hujan berpotensi meningkat.
Rob Mengancam Pantura
Di wilayah pesisir, ancaman utama justru datang dari pasang air laut atau banjir rob. BMKG melaporkan bahwa gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah mulai mereda, tetapi ketinggian pasang maksimum diprediksi masih mencapai 0,9 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, menjelaskan pasang air laut itu diperkirakan terjadi pada pukul 13.00 hingga 18.00 WIB. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas transportasi, bongkar muat pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga produksi petani garam.
Faktor Cuaca di Jawa Tengah
BMKG juga mencatat angin di Jawa Tengah bertiup dari arah timur laut menuju tenggara dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam. Suhu udara berada pada kisaran 18-32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 60-95 persen.
Kombinasi suhu, kelembapan, dan dinamika angin ini membuat potensi perubahan cuaca berlangsung cepat di sejumlah wilayah. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya memperhatikan hujan di daerah pegunungan, tetapi juga muka air laut di pesisir utara.
Langkah Antisipasi yang Perlu Dilakukan
Berikut sejumlah langkah yang disarankan agar masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dan rob:
- Memantau pembaruan cuaca dari kanal resmi BMKG.
- Menghindari aktivitas di area rawan longsor, banjir, dan pohon tumbang saat hujan deras.
- Mengamankan barang penting dari potensi genangan air.
- Menunda aktivitas laut atau pesisir saat pasang naik diperkirakan terjadi.
- Menyiapkan jalur evakuasi di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
BMKG meminta masyarakat terus mengikuti informasi resmi karena potensi cuaca ekstrem dan rob dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer dan kondisi perairan. Di sejumlah wilayah Jawa Tengah, kewaspadaan tetap diperlukan sepanjang hari agar dampak bencana hidrometeorologi bisa ditekan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: mediaindonesia.com