
Pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah terus bergerak dan kini telah mencapai 5.503 unit yang selesai dibangun dalam tahap pekerjaan. Capaian ini menunjukkan program koperasi berbasis desa dan kelurahan mulai masuk ke fase implementasi yang lebih nyata di lapangan.
Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah menyebut, dari 8.523 koperasi yang telah dipilih badan hukum, sebanyak 5.887 sudah menentukan lokasi pembangunan gedung. Dari jumlah itu, 5.503 koperasi tengah dibangun, sementara 1.456 unit gedung telah rampung sepenuhnya.
Pembangunan KDKMP di Jateng Masuk Fase Besar
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy S. Bramiyanto, menuturkan bahwa perkembangan ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah pembangunan koperasi terbanyak kedua di tingkat nasional. Posisi tersebut memperlihatkan besarnya skala program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah ini.
Menurut Eddy, keberadaan KDKMP mulai memberi dampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Sejumlah koperasi bahkan sudah terlibat dalam penyediaan kebutuhan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Kontribusi ke Pangan dan Aktivitas Ekonomi Warga
Selain mendukung MBG, ratusan KDKMP juga sudah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog melalui Gerakan Pangan Murah. Dari kerja sama itu, total transaksi yang tercatat telah mencapai sekitar Rp9,5 miliar.
Koperasi-koperasi tersebut juga ikut membantu menjaga ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Lebaran. Peran itu memperlihatkan bahwa KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi lokal, tetapi juga sebagai bagian dari rantai distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Dorongan Pusat untuk Percepatan Pengembangan
Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara Rusmana, menilai Jawa Tengah memiliki peluang besar dalam pengembangan koperasi. Ia menyoroti besarnya jumlah desa di provinsi ini serta budaya berkoperasi yang sudah lama tumbuh di masyarakat.
“Terkait Kopdes Merah Putih, potensi di Jateng jumlah desanya besar, tradisi berkoperasi juga sudah bagus. Kebijakan Pak Presiden kan prioritas, mohon kolaborasi,” ujar Erwin saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang.
Erwin juga menekankan pentingnya pemetaan yang jelas agar pengembangan KDKMP berjalan lebih terarah. Pemetaan itu mencakup pembagian peran antara TNI, pemerintah daerah, dan BUMD untuk mempercepat pembangunan di berbagai wilayah.
Arahan Pemprov Jateng agar Tidak Diseragamkan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pengembangan KDKMP dikawal secara serius dan terstruktur. Ia menilai dukungan kelembagaan serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting agar koperasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Luthfi juga menegaskan bahwa model pengembangan KDKMP tidak perlu dibuat seragam di semua daerah. Menurut dia, pendekatan harus menyesuaikan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing agar koperasi tumbuh lebih tepat sasaran.
Data Penting Pembangunan KDKMP di Jawa Tengah
- Total koperasi yang telah dipilih badan hukum: 8.523 unit
- Koperasi yang sudah menentukan lokasi: 5.887 unit
- Gedung dalam tahap pembangunan: 5.503 unit
- Gedung yang sudah selesai: 1.456 unit
- Nilai transaksi kerja sama dengan Perum Bulog: sekitar Rp9,5 miliar
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memandang pendekatan berbasis karakter wilayah sebagai langkah yang penting agar KDKMP tumbuh berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi yang lebih nyata. Dengan dukungan lintas sektor dan pemetaan yang lebih presisi, koperasi ini diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi warga di tingkat desa dan kelurahan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.beritakoperasi.com








