
Gelaran seni budaya Jawa Tengah resmi dibuka lewat sendratari “The Tales of Karangbolong” dari Kebumen di Anjungan Jawa Tengah TMII. Pertunjukan ini menjadi pembuka rangkaian Gelar Seni Budaya Jawa Tengah yang digelar pada Minggu, 12 April 2026, dengan dukungan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen.
Karya berdurasi sekitar 80 menit itu dibawakan tim kesenian Sanggar Swardhana Kabumian. Pementasan ini menyoroti legenda Goa Karangbolong dan khasiat Sarang Burung Lawet yang telah lama dikenal sebagai identitas budaya serta kekayaan alam Kabupaten Kebumen.
Cerita Karangbolong diangkat ke panggung
Sendratari ini mengisahkan kehidupan sebuah kerajaan yang makmur di bawah kepemimpinan raja dan permaisuri. Rakyat digambarkan hidup bergotong royong dan menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari harmoni sosial yang menjadi dasar cerita.
Konflik muncul saat seorang raja angkaramurka menggunakan ilmu hitam dan mengirim teluh kepada permaisuri. Situasi itu membuat kerajaan berduka dan mendorong raja mengirim Pangeran Surti untuk mencari penangkal ke Pantai Selatan.
Dalam perjalanan, Pangeran Surti menghadapi berbagai rintangan dan mendapat pertolongan dari Lutung Kasarung. Setelah tiba di laut selatan, ia bertemu Ratu Kidul dan menerima penangkal berupa Sarang Burung Lawet, yang kemudian menjadi simbol penting dalam cerita tersebut.
Pesan pelestarian alam dan budaya
Alur pertunjukan menempatkan Sarang Burung Lawet bukan hanya sebagai elemen cerita, tetapi juga simbol pelestarian lingkungan. Dalam kisah itu, raja memberikan titah agar masyarakat menjaga dan melestarikan burung lawet, pesan yang sejalan dengan upaya menjaga sumber daya alam daerah pesisir selatan Jawa Tengah.
Narasi tersebut menguatkan hubungan antara tradisi lisan, warisan budaya, dan konservasi alam. Tema itu membuat sendratari ini relevan bukan hanya sebagai tontonan seni, tetapi juga sebagai medium edukasi budaya bagi generasi muda.
Dihadiri pejabat daerah dan komunitas perantau
Kegiatan pembukaan ini dihadiri Bupati Kebumen bersama Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, serta para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Hadir pula ketua paguyuban perantau asal Kebumen, anggota paguyuban, perwakilan Paguyuban Jawa Tengah, dan masyarakat umum.
Plt. Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, S.IP., MM, menyampaikan optimisme bahwa seni budaya Jawa Tengah dapat bertahan di era modern jika ada sinergi antarpihak. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara seniman, budayawan, pemerintah daerah, dan generasi muda yang terlibat langsung dalam pelestarian budaya.
Rangkaian Gelar Seni Budaya Jawa Tengah
Pembukaan lewat Kabupaten Kebumen menandai dimulainya agenda seni budaya tingkat provinsi yang memanfaatkan panggung Anjungan Jawa Tengah di TMII. Format ini memberi ruang bagi daerah untuk menampilkan identitas budaya masing-masing sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisi kepada publik yang lebih luas.
Berikut unsur penting dalam pementasan pembuka tersebut:
- Judul sendratari: “The Tales of Karangbolong”
- Durasi pertunjukan: sekitar 80 menit
- Penampil: tim kesenian Sanggar Swardhana Kabumian
- Pembina: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen
- Lokasi: Anjungan Jawa Tengah TMII
- Momen: pembuka rangkaian Gelar Seni Budaya Jawa Tengah
Pementasan ini juga memperlihatkan bahwa cerita lokal dari Kebumen masih memiliki daya tarik kuat ketika dikemas dalam bentuk sendratari. Dengan mengangkat legenda Karangbolong dan Sarang Burung Lawet, pertunjukan tersebut menjadi representasi budaya daerah yang tetap hidup di ruang pertunjukan modern.
Source: penghubung.jatengprov.go.id








