Jakarta LavAni Livin Transmedia tampil dominan saat menundukkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 pada lanjutan Final Four Proliga 2026 seri ketiga di GOR Jatidiri, Semarang. Hasil ini menegaskan LavAni sebagai tim yang belum tersentuh kekalahan sepanjang babak empat besar.
Kemenangan itu juga memastikan LavAni keluar sebagai juara putaran kedua Final Four dan berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp 60 juta. Dalam laga tersebut, LavAni sempat kehilangan satu set, tetapi tetap menunjukkan kontrol permainan yang lebih stabil dibanding lawannya.
Awal pertandingan langsung mengarah ke LavAni
LavAni menurunkan komposisi terbaik sejak set pertama. Dio Zulfikri mengatur serangan dari posisi setter, Hendra Kurniawan mengisi lini middle blocker, sementara Boy Arnes, Taylor Sander, dan Georg Grozer menjadi tumpuan di sektor penyerangan.
Bhayangkara Presisi yang dipimpin Nizar Zulfikar berusaha membalas lewat Rendy Tamamilang dan Bardia Saadat. Namun, pertahanan rapat LavAni membuat serangan lawan sering mentah, sehingga set pertama berakhir 25-20 untuk LavAni.
Dominasi berlanjut di set kedua
Pada set kedua, Bhayangkara mencoba mengubah pola permainan untuk menahan tekanan. Upaya itu belum cukup efektif karena LavAni justru tampil lebih konsisten dan lebih tajam dalam penyelesaian akhir.
Georg Grozer dan Taylor Sander berulang kali menembus blok lawan lewat serangan keras yang sulit dibendung. LavAni lalu menutup set ini dengan skor meyakinkan 25-15 dan memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Bhayangkara sempat bangkit
Set ketiga menjadi momentum kebangkitan Bhayangkara Presisi. Rendy Tamamilang, Agil Angga, dan Martin Atanasov mulai menemukan celah di pertahanan LavAni dan membangun serangan dengan lebih rapi.
LavAni sempat kehilangan ritme pada fase ini, sehingga Bhayangkara bisa merebut set ketiga dengan skor 25-18. Hasil tersebut memberi warna baru dalam pertandingan yang sebelumnya lebih banyak dikuasai LavAni.
Set penentu berjalan ketat
Set keempat berlangsung dengan tempo tinggi dan poin saling kejar. LavAni kemudian menaikkan intensitas serangan karena ingin menuntaskan laga tanpa harus bermain ke set penentuan.
Blok efektif Hendra Kurniawan dan penyelesaian akhir Boy Arnes menjadi faktor penting saat momen krusial. LavAni akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 25-22 dan memastikan langkah ke grand final dengan rekor sempurna di Final Four.
