Harga Cabai Merah Aceh Anjlok Tajam, Petani Menghitung Rugi di Tengah Panen Melimpah

Author: Qoo Media

Harga cabai merah di sejumlah wilayah Aceh anjlok tajam dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini membuat petani lesu karena harga jual turun jauh di bawah biaya produksi dan ongkos panen.

Di Kabupaten Pidie, harga cabai merah kualitas super kini berada di level Rp25.000 per kg, padahal akhir Maret lalu sempat mencapai Rp60.000 per kg. Untuk kualitas standar, harga yang sebelumnya Rp45.000 per kg kini turun menjadi Rp20.000 per kg.

Pasokan Melimpah, Serapan Pasar Lemah

Penurunan harga terjadi setelah produksi panen di tingkat petani meningkat, sementara permintaan pasar tidak ikut naik. Situasi ini membuat pasokan cabai merah lokal melimpah dan tekanan harga tak terhindarkan.

Kondisi tersebut terlihat di pusat pasar sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, saat cabai merah kualitas super bahkan sempat turun sampai Rp18.000 per kg di tingkat distributor. Seorang agen distributor, Muslim, menyebut harga cabai saat ini sangat murah.

Petani Aceh Singkil Paling Tertekan

Tekanan harga juga terasa di Kabupaten Aceh Singkil. Di wilayah pesisir Samudera Hindia itu, cabai merah kualitas super hanya dihargai Rp15.000 per kg, sedangkan kualitas sedang laku Rp10.000 per kg.

Putri, petani cabai di Kecamatan Singkil Utara, menyebut harga itu sebagai yang terendah sejak awal tahun 2026. Ia menilai harga jual sudah tidak sebanding dengan modal dan ongkos kerja yang dikeluarkan petani.

Ongkos Panen Tak Tertutup

Harga yang terlalu rendah membuat banyak petani kehilangan semangat untuk merawat lahan. Pendapatan dari penjualan cabai juga dinilai belum cukup untuk menutup biaya buruh petik atau ongkos panen.

Perbandingan harga di dua wilayah Aceh itu menunjukkan tekanan yang cukup lebar. Berikut gambaran harga cabai merah yang tercatat di lapangan:

  1. Kabupaten Pidie

    • Kualitas super: Rp25.000 per kg
    • Kualitas sedang: Rp20.000 per kg
  2. Aceh Singkil
    • Kualitas super: Rp15.000 per kg
    • Kualitas sedang: Rp10.000 per kg

Harga Berbalik dari Kondisi Pekan Lalu

Sebelum turun, cabai merah sempat mengalami lonjakan harga pada pekan terakhir Maret karena permintaan konsumen tinggi. Saat itu, pasokan dari petani masih tergolong stabil, tetapi peluang kenaikan tetap terjadi karena pasar menyerap stok dengan kuat.

Kini keadaan berubah cepat. Produksi yang meningkat tanpa diimbangi permintaan membuat cabai merah lokal di Aceh tertekan, sementara petani harus menghadapi harga yang terus menurun di tingkat lapangan.

Di pasar-pasar setempat, kondisi ini masih terasa nyata. Selama penawaran tetap tinggi dan serapan tidak membaik, petani cabai di Aceh berpotensi terus menghadapi harga rendah yang menekan pendapatan mereka.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru