
Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada pejabat hingga kalangan intelektual yang dianggap tidak memiliki jiwa patriotisme. Ia meminta mereka mundur dari jabatan bila tidak mau membela kepentingan bangsa dan rakyat.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah. Dalam pesan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dan dikutip dari Antara, Prabowo menegaskan bahwa loyalitas pada negara harus menjadi syarat utama bagi siapa pun yang menduduki posisi penting.
Ultimatum untuk pejabat dan intelektual
Prabowo menyampaikan bahwa kecerdasan dan keahlian seharusnya dipakai untuk kepentingan nasional. Ia menolak anggapan bahwa kepintaran boleh digunakan untuk menguntungkan pihak lain, apalagi jika sampai merugikan rakyat sendiri.
“Pilih, bela rakyatmu atau mengabdi ke pihak lain. Saya tidak akan menoleransi mereka yang tidak patriotik. Sepintar apa pun, kalau tidak membela bangsa sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya,” tegas Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak memusuhi negara lain. Namun, menurut dia, Indonesia tidak boleh membiarkan kekayaan nasional terus mengalir ke luar negeri sementara rakyat tetap hidup dalam kesulitan.
Seruan lahirnya ‘Profesor Merah Putih’
Dalam kesempatan itu, Prabowo mendorong hadirnya kalangan intelektual yang berpihak pada kepentingan bangsa. Ia menyebut gagasan tentang “Profesor Merah Putih” sebagai simbol ilmuwan dan akademisi yang berdiri di garis depan bersama rakyat.
Prabowo menilai ilmu pengetahuan tidak boleh dipakai untuk menutupi praktik korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan. Bagi dia, intelektual justru harus menjadi bagian dari upaya memperkuat negara, bukan alat yang membenarkan kepentingan sempit.
Pesan untuk mereka yang pesimistis
Prabowo juga menanggapi pihak-pihak yang pesimistis terhadap masa depan Indonesia dan memilih meninggalkan Tanah Air. Ia menyebut sikap seperti itu tidak perlu ditanggapi berlebihan, karena pemerintah tetap fokus bekerja untuk masyarakat.
“Ada yang mau kabur, silakan. Mau ke mana? Lihatlah, Indonesia saat ini termasuk negara paling aman di dunia,” kata dia.
Dalam penegasannya, Prabowo menyatakan bahwa siapa pun yang tidak sejalan dengan visi pemerintahan dapat memilih untuk tidak bergabung. Ia menekankan bahwa arah pemerintahannya jelas, yaitu bekerja untuk rakyat dan menjaga agar kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama.
Source: www.beritasatu.com








