Peserta One Run Jogja 10K Dipukul Saat Ambil Air, Pelaku Minta Maaf dan Diselidiki Polisi

Video pemukulan terhadap seorang peserta lari di Kota Yogyakarta memicu perhatian publik setelah rekamannya menyebar luas di media sosial. Insiden itu terjadi di dekat meja pengambilan air minum atau water station pada ajang One Run Jogja 10K di Jalan Mataram, saat para pelari sedang melintas.

Kasus ini kini ditangani kepolisian, sementara pelaku telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Polisi juga memastikan aduan korban sudah diterima dan penyelidikan tetap berjalan untuk mendalami dugaan penganiayaan tersebut.

Kronologi singkat insiden di jalur lomba

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula ketika seorang pria yang tengah emosi mendatangi area lintasan pelari. Dalam narasi di media sosial, pria itu disebut baru saja terlibat cekcok dengan pasangannya.

Situasi kemudian memanas setelah salah satu pelari yang melintas diduga melontarkan kata-kata yang menyinggung kejadian tersebut. Pria itu lalu melempar helm ke arah tenda water station dan memukul salah satu peserta yang sedang lewat.

Petugas kepolisian lalu lintas dan Dinas Perhubungan yang berada di lokasi segera turun tangan. Mereka mengendalikan situasi hingga pria tersebut meninggalkan area lomba.

Korban mengalami nyeri di kepala, leher, dan pundak

Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, membenarkan bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Mataram. Korban diketahui berinisial YG, 21, yang ikut dalam ajang One Run Jogja 10K.

“ Kami telah menerima aduan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan itu,” kata Dani, Senin (4/5). Polisi menyebut YG dipukul secara tiba-tiba ketika sedang berhenti untuk mengambil air minum.

Akibat kejadian itu, korban merasakan sakit dan nyeri di bagian kepala, leher, serta pundak. Setelah kejadian, YG sempat mendatangi tim medis untuk mendapat kompres sebelum akhirnya tetap melanjutkan lomba sampai selesai.

Pelaku minta maaf, polisi lakukan penyelidikan

Satreskrim Polresta Yogyakarta kini menindaklanjuti aduan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Identitas pelaku juga muncul dalam unggahan di media sosial resmi Polresta Yogyakarta.

Pelaku yang disebut bernama Edo menyampaikan permintaan maaf kepada korban, para peserta One Run Jogja 10K, dan masyarakat Yogyakarta. Ia menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada korban, para pelari Jogja 10K, dan masyarakat Yogyakarta. Saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan yang saya lakukan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Polresta Yogyakarta mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban umum, terutama saat ada kegiatan olahraga dan acara publik yang menghadirkan banyak orang. Imbauan itu disampaikan agar peristiwa serupa tidak kembali mengganggu keselamatan peserta maupun kelancaran kegiatan di ruang publik.

Source: mediaindonesia.com

Terkait