Kemensos Salurkan Bansos Tahap 2 Berbasis DTSEN Terbaru, Desil 1-4 Jadi Prioritas Utama

Author: Qoo Media

Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial tahap 2 untuk alokasi April, Mei, dan Juni 2026 dengan basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Perubahan ini menjadi sorotan karena pemerintah ingin memastikan bansos bergerak lebih cepat, lebih akurat, dan lebih tepat sasaran.

Masyarakat yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat kini juga bisa memantau status kepesertaan Program Keluarga Harapan dan Program Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai secara daring. Cukup bermodal Nomor Induk Kependudukan, warga dapat mengecek status pencairan melalui kanal resmi Kemensos tanpa harus menunggu informasi manual.

Pemutakhiran data dipercepat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa proses pemutakhiran DTSEN kini digeser menjadi setiap tanggal 10. Sebelumnya, pemutakhiran dilakukan pada tanggal 20 di tiap triwulan.

Menurut Gus Ipul, hasil pemutakhiran itu akan langsung dipakai sebagai pedoman penyaluran bansos setiap bulan. Penyesuaian jadwal ini diterapkan agar distribusi bantuan stimulus pada kuartal kedua berjalan lebih maksimal.

Penyelarasan data DTSEN juga dilakukan bersama Badan Pusat Statistik. Langkah ini diarahkan untuk menjaga intervensi perlindungan sosial tetap tepat waktu sekaligus tepat sasaran.

Cara cek status penerima bansos

Pengecekan status pencairan bisa dilakukan mandiri melalui platform cekbansos.kemensos.go.id. Setelah membuka situs itu, pengguna diminta memasukkan 16 digit NIK yang tertera pada KTP elektronik.

Setelah NIK diisi, pengguna melengkapi kode verifikasi pada kolom yang tersedia. Sistem kemudian menampilkan informasi penerima setelah tombol “Cari Data” ditekan.

Selain status pencairan, sistem berbasis DTSEN juga memuat informasi tingkatan desil kesejahteraan tiap keluarga. Fitur ini membuat data penerima tidak hanya berisi status bantuan, tetapi juga gambaran posisi ekonomi rumah tangga dalam pemeringkatan sosial.

Desil jadi penentu prioritas

Dalam skema DTSEN, pemeringkatan ekonomi masyarakat dibagi ke dalam 10 klaster desil. Penilaiannya memakai indikator sosial ekonomi yang spesifik dan terukur.

Variabel yang masuk dalam penilaian itu mencakup jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kualitas tempat tinggal, kapasitas daya listrik rumah tangga, hingga kepemilikan aset produktif. Dari hasil pemeringkatan itu, masyarakat pada desil 1 hingga 4 ditetapkan sebagai prioritas utama untuk menerima dana PKH dan Program Sembako.

Sementara itu, penduduk pada desil 5 tetap diakomodasi untuk mendapatkan fasilitas kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan basis data tersebut akan menjadi acuan bagi Menteri Sosial dalam menyalurkan bansos di triwulan kedua.

Penyaluran lewat bank Himbara dan Pos Indonesia

Aparatur negara menargetkan bantuan untuk periode April, Mei, dan Juni 2026 itu bisa sampai tepat waktu melalui jaringan bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Jalur penyaluran ini menjadi bagian penting agar distribusi bantuan menjangkau penerima secara lebih luas dan teratur.

Dari sisi realisasi, catatan performa triwulan I 2026 menunjukkan serapan penyaluran PKH dan Program Sembako telah berada di atas 96 persen. Angka itu menjadi penanda bahwa mekanisme penyaluran bantuan terus berjalan dan kini memasuki fase penyesuaian berbasis data terbaru.

Terbaru