Sunat Massal Lintas Agama Di Mimika, Pancasila Dirayakan Lewat Kerukunan

Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan FKUB Kabupaten Mimika bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika untuk menggelar kegiatan sunat massal lintas agama. Program bertajuk “Sunat Massal dan Wawasan Kebangsaan Bina Kerukunan” itu menjadi ruang kebersamaan bagi warga Mimika yang hidup di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Kegiatan ini juga diarahkan sebagai penguatan nilai persatuan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sebanyak 100 anak dari keluarga beragama Islam, Kristen, dan Katolik mengikuti layanan sunat massal gratis dengan metode laser, sementara para orang tua mendapat materi wawasan kebangsaan.

Sunat gratis untuk anak dari berbagai latar belakang agama

Pelaksanaan sunat massal ini menunjukkan bahwa pelayanan sosial dapat berjalan tanpa sekat identitas. Anak-anak peserta datang dari keluarga Muslim, Kristen, dan Katolik, dan seluruhnya menerima tindakan secara gratis dengan metode laser.

Kegiatan tersebut tidak hanya menekankan aspek kesehatan, tetapi juga menghadirkan pesan kebersamaan yang kuat. Di tengah masyarakat Mimika yang majemuk, layanan ini diposisikan sebagai simbol bahwa perbedaan bisa dirawat melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan warga.

Wawasan kebangsaan untuk orang tua pendamping

Selain layanan kesehatan, panitia juga memberi pembekalan kepada 100 orang tua yang mendampingi anak-anak mereka. Materi wawasan kebangsaan itu diarahkan untuk memperkuat pemahaman tentang persatuan dan keberagaman sebagai fondasi kerukunan di lingkungan keluarga.

Penyampaian edukasi ini menjadi bagian penting dari kegiatan karena keluarga dipandang sebagai ruang awal pembentukan sikap toleran. Dengan pemahaman yang sama di rumah, nilai Bhinneka Tunggal Ika dan semangat Persatuan Indonesia diharapkan lebih mudah tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen pemerintah daerah menjaga Mimika sebagai rumah bersama

Kepala Badan Kesbangpol Mimika, Ronny S. Marjen, S.STP., M.H., menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan kerukunan yang dijalankan bersama FKUB. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika ingin menjadikan daerah itu sebagai rumah bersama bagi seluruh warga.

Menurut Ronny, pendekatan itu penting agar masyarakat dapat hidup aman, nyaman, dan saling menghargai tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya. Sikap tersebut menjadi salah satu dasar agar harmoni sosial tetap terjaga di tengah keberagaman Mimika.

Kerukunan sebagai pembelajaran bersama

Ketua FKUB Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil., menilai kegiatan ini bukan hanya bakti sosial biasa. Ia menegaskan bahwa momentum tersebut juga menjadi pembelajaran tentang bagaimana hidup bersama dalam harmoni dan semangat kebangsaan.

Kolaborasi FKUB dan Kesbangpol memperlihatkan bahwa kerja bersama antarunsur masyarakat dan pemerintah dapat memperkuat persatuan. Dari kegiatan ini, Mimika kembali menampilkan pesan bahwa keberagaman tidak harus menjadi jarak, melainkan bisa menjadi kekuatan pemersatu yang dijaga sejak dini melalui keluarga, tokoh agama, dan pemerintah.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button