Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Republik Belarus sebagai balasan atas kedatangan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia. Rencana itu disampaikan Prabowo usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Prabowo menegaskan kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan dua negara yang selama ini terus berkembang. Ia juga menyoroti bahwa Belarus merupakan mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia.
Pertemuan di Istana Merdeka
Dalam pertemuan itu, Prabowo menyambut Lukashenko yang datang untuk kedua kalinya ke Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan akan membalasnya dalam waktu mendatang.
“Yang Mulia untuk kedua kalinya ke Indonesia. Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini,” kata Prabowo.
Pertemuan bilateral tersebut juga membuka ruang pembahasan yang lebih luas mengenai arah kerja sama kedua negara. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut pertemuan sebelumnya telah memunculkan banyak peluang yang kini mulai ditindaklanjuti.
“Seperti kita ketahui pada tanggal 15 Juli yang lalu Presiden kita berkunjung ke sana dan dari pertemuan tersebut banyak potensi-potensi kerja sama bilateral yang ingin terus dikembangkan,” ujar Sugiono.
Peta jalan kerja sama 2026–2030
Dalam kesempatan yang sama, Indonesia dan Belarus meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030. Dokumen ini menjadi kerangka kerja untuk memperkuat kemitraan strategis selama lima tahun ke depan.
Prabowo menilai peta jalan itu sebagai bentuk komitmen bersama untuk membuat kerja sama lebih terarah dan konkret. Ia juga menyebut hubungan kedua negara berlangsung di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Kunjungan ini menandakan semakin erat hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang dengan penuh ketidakpastian. Belarus adalah mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia dan kami menghargai hubungan yang selama ini terus berkembang atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan,” ujarnya.
Bidang kerja sama yang disepakati
Kesepakatan kedua negara mencakup sejumlah bidang strategis. Di sektor ketahanan pangan, Indonesia dan Belarus sepakat memperkuat kolaborasi pada pertanian modern, penyediaan pupuk, teknologi pertanian, dan alat berat.
Kerja sama ekonomi juga akan diperluas melalui pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kolaborasi teknologi. Pada sektor investasi, peluang terbuka untuk pembentukan joint venture di industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri.
Di bidang perdagangan, Prabowo mengapresiasi rampungnya proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (EAEU FTA) oleh Belarus. “Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut,” ujar Prabowo.
Kerja sama sosial dan isu global
Selain ekonomi dan perdagangan, kedua negara juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia. Program yang dibahas meliputi pertukaran budaya, kerja sama antarlembaga pendidikan, serta pendidikan dan pelatihan vokasi.
Prabowo dan Lukashenko juga bertukar pandangan mengenai isu regional dan global. Keduanya menegaskan komitmen untuk mendukung perdamaian dan stabilitas dunia.
Prabowo berharap semua kesepakatan yang telah dicapai segera dijalankan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Ia menilai momentum pertemuan ini bisa memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Source: www.suara.com






