Perjalanan kereta tidak hanya soal tiba tepat waktu, tetapi juga soal apakah setiap orang dapat mengakses layanan dengan aman dan nyaman. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat fasilitas bagi penumpang disabilitas serta kelompok dengan kebutuhan khusus untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Perhatian ini juga mencakup perempuan, lansia, dan ibu hamil yang membutuhkan dukungan selama berada di stasiun maupun dalam rangkaian perjalanan. KAI menempatkan akses setara sebagai bagian dari pengalaman pelanggan, bukan sekadar pelengkap layanan.
Fasilitas untuk Mendukung Mobilitas Penumpang
Sejumlah fasilitas telah disiapkan untuk membantu penumpang berkebutuhan khusus menjalani perjalanan dengan lebih mudah. Fasilitas itu meliputi guiding block, portable ramp, kursi roda, toilet ramah penyandang disabilitas, serta ruang laktasi.
Guiding block dapat menjadi elemen penting bagi pengguna dengan hambatan penglihatan saat bergerak di area layanan. Sementara itu, portable ramp dan kursi roda disediakan untuk mendukung mobilitas penumpang yang memerlukan bantuan akses.
KAI juga menghadirkan toilet yang ramah bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari kebutuhan dasar pelanggan. Ruang laktasi melengkapi layanan bagi ibu yang membutuhkan ruang khusus selama berada di lingkungan stasiun.
Selain sarana fisik, kesiapan petugas menjadi bagian dari layanan yang ditekankan KAI. Petugas telah dibekali pelatihan untuk mendampingi pelanggan berkebutuhan khusus dalam menggunakan layanan kereta api.
Akses Setara sebagai Pengalaman Pelanggan
Penguatan layanan ini memperlihatkan bahwa pengalaman pelanggan tidak hanya diukur dari pemanfaatan teknologi atau cepatnya pelayanan. Kemudahan akses bagi beragam kelompok penumpang juga menjadi unsur penting dalam kualitas transportasi publik.
Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan pengguna tidak dipandang seragam. Penumpang dapat memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda, sehingga fasilitas pendukung serta pendampingan petugas menjadi bagian dari perjalanan yang relevan.
Transformasi KAI pun tidak hanya tampak pada modernisasi layanan. Perusahaan juga berupaya menghadirkan perjalanan yang dapat diakses oleh masyarakat dengan latar kebutuhan yang beragam.
Penilaian dari Pengamat Transportasi
Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, menilai inovasi layanan serta inklusivitas sebagai indikator penting bagi kemajuan KAI. Menurut laporan www.medcom.id, ia melihat layanan transportasi publik Indonesia mampu bersaing dengan sejumlah negara maju.
“Jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju, layanan transportasi publik Indonesia sudah mampu bersaing. Pengalaman studi banding ke luar negeri juga memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan standar layanan yang kompetitif,” kata Djoko Setijowarno.
Pandangan tersebut menempatkan aksesibilitas sebagai bagian dari standar pelayanan, bukan hanya kebutuhan kelompok tertentu. Fasilitas yang mendukung penumpang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan perempuan dapat memperluas rasa aman serta kenyamanan dalam menggunakan kereta api.
Perjalanan Dinilai dari Pengalaman Menyeluruh
Travel Content Creator Taufik Effendi, yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara, juga menyoroti pentingnya pengalaman penumpang dari awal hingga akhir perjalanan. Menurutnya, kualitas perjalanan tidak lagi hanya ditentukan oleh kecepatan maupun ketepatan waktu.
Penumpang juga mempertimbangkan rasa aman, kenyamanan, pelayanan, dan kemudahan selama berada di kereta. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari pengalaman sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan.
“Banyak yang bisa dinikmati selama perjalanan. Orang sekarang bukan hanya melihat tujuan akhirnya, tetapi juga menikmati pengalaman selama berada di kereta,” ujar Taufik Effendi dalam podcast Marketeers.
Ia menambahkan bahwa pelayanan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung merupakan bagian dari perjalanan itu sendiri. Karena itu, penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan pendampingan bagi pelanggan berkebutuhan khusus menjadi langkah yang selaras dengan perubahan harapan penumpang.
Bagi KAI, layanan inklusif menjadi cara untuk membuat pengalaman menggunakan kereta semakin relevan bagi lebih banyak orang. Fokus tersebut menegaskan bahwa perjalanan yang nyaman perlu dapat dirasakan oleh seluruh pelanggan, termasuk mereka yang membutuhkan akses dan bantuan khusus.
