TVRI meluncurkan kampanye Nonton Bareng (Nobar) Bola Gembira untuk menyambut Piala Dunia 2026 di Jakarta. Program ini dirancang agar masyarakat bisa menikmati tayangan pertandingan secara legal, merata, dan lebih mudah diakses di berbagai daerah.
Langkah tersebut muncul di tengah tingginya minat publik terhadap ajang sepak bola empat tahunan itu. TVRI juga tercatat sebagai pemegang hak siar resmi yang akan menayangkan total 104 pertandingan selama turnamen berlangsung.
Dorong akses tayangan dan ruang publik yang inklusif
Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbodjati, menyebut kampanye ini sebagai tindak lanjut dari arahan pemerintah untuk meratakan euforia sepak bola. Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya soal hiburan, tetapi juga soal memperluas akses masyarakat terhadap tayangan berkualitas.
“Selaku lembaga penyiaran publik, TVRI berkomitmen untuk memberikan tayangan berkualitas yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat Indonesia, termasuk seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026,” kata Retno dalam keterangan tertulis.
TVRI menempatkan kampanye Bola Gembira sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang sehat dan terbuka. Dengan model nobar berlisensi, kegiatan menonton bersama diharapkan tetap berjalan sesuai aturan sekaligus memberi manfaat sosial yang lebih luas.
Lisensi komersial dan non-komersial
TVRI membuka dua skema izin untuk penyelenggara nobar. Tempat usaha seperti restoran, hotel, kafe, dan ruang kerja bersama dapat mengajukan lisensi komersial.
Sementara itu, fasilitas umum seperti balai desa, taman kota, dan alun-alun dapat mengakses lisensi non-komersial secara cuma-cuma. Skema ini disiapkan agar kegiatan nobar bisa berlangsung lebih luas tanpa mengabaikan legalitas penyiaran.
Proses pendaftaran lisensi dilakukan dengan mengisi detail lokasi terlebih dahulu. Untuk kategori komersial, penyelenggara juga perlu melakukan pembayaran sesuai kapasitas pengunjung sebelum lisensi diaktifkan.
Dampak ekonomi dan kebersamaan warga
Selain memberi akses tontonan, TVRI menilai program ini bisa menggerakkan ekonomi lokal. Kehadiran penonton di pusat-pusat kegiatan nobar berpotensi memberi ruang usaha tambahan bagi pelaku bisnis di daerah.
Di sisi lain, pertandingan yang ditonton bersama juga dinilai dapat memperkuat kebersamaan masyarakat. TVRI melihat momentum Piala Dunia sebagai kesempatan untuk menghadirkan pengalaman kolektif yang positif di ruang publik.
Retno menegaskan bahwa perhatian pemerintah, termasuk Presiden Republik Indonesia, menjadi salah satu dorongan agar gegap gempita Piala Dunia juga terasa di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Ia menyebut kampanye Bola Gembira sejalan dengan upaya memastikan antusiasme sepak bola bisa dirasakan lebih merata.
Jangkauan siaran untuk publik luas
Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI menempatkan pemerataan akses sebagai fokus utama selama ajang berlangsung. Peran itu membuat TVRI tidak hanya menjadi saluran siaran, tetapi juga penghubung antara tontonan olahraga dan kebutuhan publik di berbagai lapisan.
Retno kembali menekankan komitmen tersebut dengan menyebut TVRI ingin menjadi jembatan utama informasi dan hiburan bagi masyarakat. Fokus itu juga berlaku bagi penonton di wilayah yang selama ini belum mudah menjangkau tayangan olahraga berkualitas.
Sinergi antara penyiaran nasional dan partisipasi masyarakat melalui nobar berlisensi menjadi strategi utama dalam pengelolaan hak siar. Dengan model ini, TVRI mendorong perayaan Piala Dunia 2026 berlangsung tertib, legal, dan tetap memberi ruang bagi publik untuk ikut merasakan momen besar sepak bola dunia.
