Empat tim Australia akan menutup musim reguler A-League dengan dua laga yang digelar serentak di Stadion HBF Park dan Stadion CommBank, Sabtu, 25 April 2026. Perth Glory menjamu Brisbane Roar, sementara Western Sydney Wanderers menghadapi Melbourne Victory dalam pertandingan yang sudah tidak hanya soal perebutan poin, tetapi juga soal menjaga harga diri di akhir kompetisi.
Dua duel ini mempertemukan tim yang sudah memastikan nasibnya berbeda. Perth Glory dan Brisbane Roar sama-sama dipastikan gagal menembus babak playoff, sedangkan Melbourne Victory sudah aman di posisi keenam klasemen dan tinggal menunggu fase berikutnya.
Perth Glory dan Brisbane Roar sama-sama datang dengan beban besar
Perth Glory menutup musim dengan catatan yang tidak menggembirakan. Tim asuhan Adam David Griffith berada di peringkat ke-10 dengan 28 poin dari 25 pertandingan setelah sebelumnya bermain imbang tanpa gol melawan Sydney FC.
Hasil itu memperpanjang tren pahit Perth Glory yang tidak pernah lolos ke babak final selama enam tahun beruntun. Salah satu masalah utama mereka terlihat jelas di lini depan, karena tim ini baru mencetak 26 gol sepanjang musim.
Brisbane Roar juga belum menemukan stabilitas menjelang laga tandang ke Perth. Skuad arahan Michael Valkanis baru saja kalah 3-2 dari Melbourne City dan gagal menang dalam 11 pertandingan terakhir secara beruntun.
Meski demikian, Brisbane masih punya bekal sejarah yang cukup baik saat menghadapi Perth. Dari 60 pertemuan, mereka mencatat 29 kemenangan, walau catatan itu belum cukup mengubah kenyataan bahwa tim ini juga dipastikan absen dari babak final untuk tahun kelima secara berturut-turut.
Di sisi lain, Perth masih bisa berharap pada performa kandang yang cukup solid saat bertemu Brisbane. Dalam 10 laga kandang terakhir melawan Roar, Perth tidak terkalahkan dalam tujuh di antaranya.
Wanderers berusaha keluar dari tekanan, Victory fokus ke playoff
Laga lain mempertemukan Western Sydney Wanderers dan Melbourne Victory di Stadion CommBank. Tuan rumah diperkirakan mengakhiri musim di posisi terbawah klasemen setelah hanya mengumpulkan 21 poin dari 25 laga.
Wanderers datang ke pekan terakhir tanpa kemenangan dalam enam pertandingan beruntun. Pada laga sebelumnya, mereka kalah 2-1 dari Wellington Phoenix, hasil yang menambah tekanan di hadapan pendukung sendiri.
Melbourne Victory membawa situasi yang jauh lebih stabil. Tim asuhan Arthur Diles sudah memastikan finis di posisi keenam dengan 37 poin dan dapat memanfaatkan laga ini sebagai persiapan menuju playoff.
Victory juga melangkah ke partai penutup dengan tren yang cukup kuat. Mereka tidak terkalahkan dalam sembilan dari 10 pertandingan terakhir sejak awal Februari, termasuk saat menahan juara liga Newcastle Jets 2-2 pada laga sebelumnya.
Laga ini juga menarik dari sisi rekor pertemuan. Melbourne Victory unggul tipis dengan 16 kemenangan dari 35 duel terakhir melawan Western Sydney, tetapi catatan tandang mereka ke Stadion CommBank tidak terlalu meyakinkan.
Dalam lima kunjungan terakhir ke markas Wanderers sejak April 2024, Victory gagal menang pada empat kesempatan. Situasi itu membuat pertandingan penutup ini tetap menyimpan tantangan, meski posisi klasemen kedua tim sudah tidak lagi menimbulkan perebutan langsung.
Empat tim tersebut akan menjadikan 25 April sebagai penanda akhir musim reguler dengan target yang berbeda-beda, mulai dari memperbaiki catatan kandang, menghentikan tren negatif, hingga menjaga momentum menuju playoff. Dua laga ini menjadi rangkuman terakhir dari musim yang keras bagi Perth Glory dan Brisbane Roar, sekaligus pintu masuk fase penting bagi Melbourne Victory.







