Mandul Di Depan Gawang, Mauricio Souza Bongkar Titik Lemah Persija

Persija Jakarta masih menyimpan masalah yang cukup jelas di lini depan meski produktivitas gol mereka tergolong tinggi di Super League 2025/2026. Mauricio Souza mengakui timnya belum tampil efektif dalam penyelesaian akhir, sehingga peluang yang tercipta belum selalu berubah menjadi gol.

Keluhan itu muncul menjelang laga Persija melawan Persis Solo di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Di tengah persiapan singkat, Souza menegaskan fokus latihan diarahkan pada ketajaman di sepertiga akhir lapangan.

Masalah yang sudah terlihat sejak awal musim

Souza menyebut persoalan ini bukan hal baru bagi Persija. Ia mengatakan tim sudah bekerja untuk memperbaiki aspek tersebut sejak awal kompetisi, tetapi hasilnya belum konsisten.

“Ya, seperti yang saya katakan, kami telah mengerjakan ini sejak awal kompetisi. Terkadang memang bola tidak bisa masuk,” ujar Souza sehari jelang laga melawan Persis Solo, Minggu (26/4/2026). Pernyataan itu memperlihatkan bahwa masalah utama Persija bukan pada kurangnya peluang, melainkan pada eksekusi di depan gawang.

Pelatih asal Brasil itu juga menilai timnya sudah cukup sering menghasilkan situasi berbahaya. Namun, efektivitas final pass dan penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang terus berulang.

“Kami selalu mencoba menganalisis pertandingan yang telah kami mainkan dan menyusun latihan berdasarkan apa yang kami pahami sebagai titik lemah tim,” kata Souza. Dari cara kerja itu, Persija berupaya menjadikan evaluasi pertandingan sebagai dasar utama pembenahan.

Latihan diarahkan ke finishing

Penyelesaian akhir menjadi menu utama dalam sesi latihan jelang duel kontra Persis Solo. Souza menjelaskan bahwa timnya banyak berlatih di area sepertiga akhir lapangan untuk memperbaiki ketajaman saat mendapat peluang.

“Kami menciptakan peluang di dua pertandingan terakhir, tetapi masih belum efektif di sepertiga akhir lapangan,” ucap Souza. Ia menambahkan, “Jadi, dalam waktu persiapan yang singkat ini, kami mencoba banyak berlatih di sepertiga akhir lapangan, dengan banyak latihan penyelesaian akhir dengan berbagai cara.”

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Persija tidak hanya mengejar volume serangan, tetapi juga kualitas penyelesaian. Fokus itu penting karena dalam laga-laga ketat, satu peluang bersih bisa menentukan hasil akhir.

Produktivitas tetap tinggi

Meski masih boros peluang, Persija tetap punya catatan gol yang menonjol. Hingga pekan ke-29, Rizky Ridho dan kawan-kawan sudah mencetak 52 gol.

Jumlah itu menempatkan Persija sebagai tim paling produktif ketiga di kompetisi musim ini. Mereka hanya berada di bawah Borneo FC yang mengoleksi 61 gol dan Malut United dengan 54 gol.

Menariknya, torehan Persija juga masih lebih tinggi daripada Persib Bandung yang sejauh ini membukukan 50 gol. Data itu memperlihatkan bahwa masalah Persija bukan pada minimnya daya dobrak, melainkan pada konsistensi dalam mengubah peluang menjadi gol.

Kondisi tersebut membuat Persija berada di posisi yang unik, yakni cukup subur tetapi belum sepenuhnya efisien. Souza kini harus memastikan ketajaman tim tetap terjaga saat menghadapi Persis Solo, terutama karena penyelesaian akhir masih menjadi faktor pembeda yang paling menentukan.

Source: www.suara.com

Terkait