
Pelatih Timnas Mozambik, Chiquinho Conde, menilai Timnas Indonesia punya peluang besar untuk tampil di Piala Dunia 2030. Pandangan itu ia sampaikan setelah melihat langsung kualitas permainan skuad Garuda saat menghadapi Mozambik pada laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Conde menyebut Indonesia menunjukkan perkembangan yang jelas dan memiliki modal kuat untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Ia juga menilai dukungan staf pelatih dan materi pemain yang dimiliki saat ini bisa membawa Indonesia melangkah ke panggung dunia.
Keyakinan dari pelatih lawan
Dalam konferensi pers usai laga yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Indonesia, Conde berbicara dengan nada optimistis. Pelatih berusia 60 tahun itu menilai struktur tim Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk mengejar target besar.
“Apakah Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2030? Saya pikir begitu,” ujar Conde. Ia menambahkan bahwa kombinasi staf pelatih yang ada sekarang dan kualitas para pemain menjadi faktor penting dalam mendorong peluang tersebut.
Indonesia dan Mozambik sama-sama mengejar sejarah
Pandangan Conde juga lahir dari situasi yang mirip antara Indonesia dan Mozambik. Kedua negara hingga kini sama-sama belum pernah tampil di Piala Dunia, sehingga setiap perkembangan positif selalu mendapat perhatian besar.
Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia terhenti di putaran keempat zona Asia. Mozambik juga belum berhasil mengamankan tiket setelah finis di peringkat ketiga Grup G zona Afrika, di bawah Aljazair dan Uganda.
Kesamaan itu membuat Conde berharap kedua tim bisa sama-sama menembus Piala Dunia 2030. Ia bahkan berharap Indonesia dan Mozambik bisa berada dalam satu grup di turnamen yang akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
Dukungan suporter Indonesia ikut mendapat sorotan
Selain menilai permainan Indonesia, Conde juga memberi pujian kepada atmosfer di SUGBK. Ia melihat dukungan suporter Indonesia sebagai salah satu kekuatan penting yang membantu tim berkembang.
Menurut data panitia pelaksana, laga Indonesia melawan Mozambik disaksikan 29.889 penonton. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan pertandingan Indonesia kontra Oman pada Jumat lalu yang dihadiri 23.677 penonton.
Conde menilai hubungan antara pemain dan penonton menjadi bagian penting dalam sepak bola modern. Ia menyebut sorakan besar dari tribune memberi energi tambahan bagi tim yang sedang membangun kekuatan dan identitas permainan.
“Para penonton bersorak dengan sangat, sangat antusias untuk mendukung tim Indonesia,” kata Conde. Ia menambahkan bahwa tim yang utuh tidak hanya bergantung pada pemain di lapangan, tetapi juga pada kedekatan dengan suporter di tribun.
Source: www.medcom.id








