Penjualan Mobil Listrik Naik 141% di 2026, Dominasi BYD Atto 1 Capai 103.931 Unit Terjual

Author: Qoo Media

Penjualan mobil listrik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2025, naik hingga 141 persen dibanding tahun sebelumnya. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menunjukkan total penjualan wholesales mobil listrik mencapai 103.931 unit sepanjang tahun tersebut.

Lonjakan ini terjadi saat pasar otomotif nasional secara keseluruhan justru mengalami penurunan. Dari total penjualan mobil listrik, sebanyak 43.188 unit terdistribusi pada tahun 2024. Angka tersebut menjadikan pangsa pasar mobil listrik sekitar 12,93 persen dari total penjualan nasional yang mencapai 803.687 unit.

Pertumbuhan Penjualan Mobil Listrik dalam Beberapa Tahun Terakhir

Perkembangan penjualan mobil listrik selama lima tahun terakhir memperlihatkan tren kenaikan yang konsisten dan tajam. Berikut data penjualan mobil listrik dari tahun 2020 hingga 2025:

  1. Tahun 2020: 125 unit
  2. Tahun 2021: 687 unit
  3. Tahun 2022: 10.327 unit
  4. Tahun 2023: 17.051 unit
  5. Tahun 2024: 43.188 unit
  6. Tahun 2025: 103.931 unit

Lonjakan pesat penjualan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, semakin banyaknya model mobil listrik yang ditawarkan oleh produsen lokal maupun internasional. Kedua, dukungan insentif dari pemerintah yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Ketiga, infrastruktur pengisian baterai yang terus diperluas di berbagai wilayah. Keempat, harga mobil listrik yang mulai bersaing dan terjangkau dibandingkan sebelumnya.

Model Mobil Listrik Terlaris pada Tahun 2025

Produk BYD menjadi andalan pasar mobil listrik dengan dominasi yang jelas. BYD Atto 1 menempati posisi teratas dengan penjualan mencapai 22.582 unit secara wholesales. Mobil listrik ini dikenal sebagai salah satu produk dengan harga yang relatif terjangkau dan fitur yang lengkap.

Mengikuti di peringkat kedua adalah BYD M6 dengan penjualan sebanyak 10.862 unit. Posisi ketiga dihuni oleh BYD Sealion 07 yang berhasil mencatatkan penjualan 8.402 unit. Ketiga model ini menunjukkan kekuatan BYD dalam menguasai pasar mobil listrik Indonesia selama tahun 2025.

Faktor Pendukung Kenaikan Penjualan Mobil Listrik

Pertumbuhan penjualan mobil listrik juga berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah yang semakin proaktif. Insentif fiskal dan nonfiskal diberikan untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan. Beberapa di antaranya berupa pembebasan pajak penjualan hingga keringanan biaya administrasi.

Selain itu, ketersediaan infrastruktur pengisian baterai yang meluas di kota-kota besar dan beberapa daerah lainnya turut meningkatkan minat konsumen. Dengan kemudahan akses pengisian, kekhawatiran soal jarak tempuh mulai berkurang.

Pasar juga diuntungkan oleh semakin terjangkaunya harga mobil listrik seiring peningkatan teknologi baterai dan produksi massal yang efisien. Kondisi ini menarik minat beragam lapisan masyarakat untuk mencoba beralih ke kendaraan listrik.

Implikasi Pangsa Pasar Mobil Listrik

Pencapaian pangsa pasar mobil listrik hampir 13 persen bukan angka kecil. Ini menandai pergeseran perilaku konsumen otomotif yang semakin sadar terhadap isu lingkungan dan efisiensi bahan bakar. Meskipun segmennya masih relatif baru, mobil listrik menunjukkan potensi pertumbuhan jangka panjang yang solid di Indonesia.

Bagi pelaku industri otomotif, tren ini menegaskan pentingnya menyusun strategi produk dan layanan yang mendukung kendaraan listrik. Perluasan jaringan layanan purna jual serta pengembangan teknologi yang relevan menjadi langkah strategis menghadapi tren pasar.

Kenaikan penjualan mobil listrik juga memberikan sinyal positif bagi pencapaian target pemerintah terkait pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan penggunaan energi terbarukan. Transformasi ekosistem transportasi ke arah yang lebih hijau dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan pasar yang dinamis.

Perkembangan positif ini harus terus didukung dengan kebijakan yang konsisten dan inovasi produk yang menjawab kebutuhan konsumen. Investasi pada teknologi baterai, infrastruktur pengisian, dan edukasi masyarakat akan memperkuat posisi mobil listrik di masa depan.

Secara keseluruhan, data tahun 2025 menunjukkan bahwa mobil listrik telah memasuki fase pertumbuhan pesat di Indonesia. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun industri otomotif yang berkelanjutan.

Terbaru