Wuling Cortez Darion PHEV menghadirkan opsi elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan Indonesia. Kendaraan ini dirancang untuk dapat beroperasi secara penuh menggunakan tenaga listrik selama kapasitas baterai mencukupi, memberikan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik murni. Dengan kapasitas baterai Magic Battery Pro sebesar 20,5 kWh, Cortez Darion PHEV mampu menempuh jarak hingga 125 km dalam mode EV berdasarkan standar CLTC.
Platform Wonder Flexible Modular System (WFMS) menjadi fondasi teknologi yang memungkinkan Cortez Darion mendukung beragam sistem penggerak, mulai dari mesin pembakaran internal hingga EV murni. Selain itu, sistem LING Power yang diusung meliputi mesin bensin khusus hybrid dengan efisiensi termal 43,2 persen, motor listrik dengan efisiensi 96,8 persen, serta Dedicated Hybrid Transmission yang sudah teruji hingga satu juta siklus penggunaan. Kombinasi ini menjadikan mobil ini sangat efisien tanpa mengorbankan kenyamanan pengendara.
Pengisian daya menggunakan SPKLU DC dengan soket CCS2 menunjukkan hasil yang sangat mengesankan. Pengisian baterai dari 29 persen hingga 80 persen hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Sementara itu, pengisian penuh dilaksanakan dalam waktu 53 menit dengan total energi yang masuk sebesar 15,59 kWh. Pengisian ini hanya menghabiskan biaya sekitar Rp41.534 dengan tarif listrik Rp2.466,78 per kWh, menjadikannya cukup ekonomis bagi pengguna harian.
Wuling menyediakan beberapa pilihan mode pengoperasian energi, yakni Fuel Priority, HEV, EV First, dan EV Max. Mode EV First dan EV Max memungkinkan Cortez Darion berjalan sepenuhnya menggunakan listrik. Dalam tes berkendara selama 50 km di Jakarta, kendaraan digunakan dengan mode ECO dan Energy Mode EV First. Selama perjalanan, terdapat empat penumpang dewasa, AC menyala, dan perangkat elektronik aktif tanpa teknik eco driving khusus.
Hasil tes tersebut cukup mengejutkan karena mesin bensin tidak aktif sama sekali sepanjang perjalanan. Konsumsi energi rata-rata tercatat sebesar 15,2 kWh per 100 km, atau setara dengan jarak tempuh 6,57 km per kWh. Dengan kapasitas baterai 20,5 kWh, potensi jarak tempuh listrik murni bahkan dapat mencapai lebih dari 130 km dalam kondisi ideal. Angka ini sangat sesuai untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat di perkotaan yang umumnya menempuh jarak 10-20 km sehari.
Secara keseluruhan, Wuling Cortez Darion PHEV menawarkan paket fleksibilitas yang sesuai sebagai kendaraan transisi menuju era kendaraan listrik penuh. Mobil ini dapat digunakan sebagai EV murni yang senyap dan hemat biaya operasional, serta memiliki cadangan mesin bensin khusus hybrid yang memberi keamanan saat melakukan perjalanan jarak jauh. Keberadaan mesin bensin ini mengurangi kekhawatiran tentang keterbatasan infrastruktur pengisian daya di Indonesia.
Meski harga yang ditawarkan saat ini masih berupa promo terbatas, Cortez Darion PHEV pantas mendapat perhatian di segmen MPV elektrifikasi tanah air. Teknologi terbaru dan efisiensi tinggi yang dihadirkan menjadi nilai tambah dalam menghadapi kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis. Kendaraan ini menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang mencari kombinasi antara kenyamanan, teknologi, dan efisiensi energi dalam satu paket MPV elektrifikasi.
Berbagai fitur dan dukungan teknologi yang ada membuat Wuling Cortez Darion PHEV tidak hanya sekadar kendaraan hybrid biasa. Dengan sistem penggerak dan pengisian daya yang modern, kendaraan ini memberi gambaran jelas mengenai masa depan mobilitas di Indonesia. Model ini berpotensi menjadi solusi nyata dalam mengurangi emisi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil tanpa mengesampingkan aspek fleksibilitas dan keamanan bagi pengguna.
