Menjelang Lebaran, permintaan motor bekas memang meningkat pesat. Harga yang ditawarkan biasanya lebih miring dibandingkan motor baru sehingga menarik banyak pembeli.
Namun, harga miring ini sering mengundang risiko yang justru berbuah kerugian. Banyak pembeli yang awalnya tergiur harga murah tapi akhirnya harus keluar biaya besar untuk perbaikan.
Riset Harga Pasaran Sebelum Membeli
Calon pembeli wajib melakukan riset harga pasar sebelum survei motor langsung. Bandingkan harga dari situs jual beli online, komunitas otomotif, sampai showroom motor bekas.
Waspada jika ada harga yang jauh di bawah pasaran, misalnya selisih sekitar Rp3-5 juta. Harga terlalu rendah bisa jadi tanda ada masalah serius, seperti surat-surat tidak lengkap atau kondisi motor bermasalah.
Inspeksi Fisik yang Menyeluruh
Cek fisik motor mulai dari bodi, kaki-kaki, hingga suspensi. Goresan dalam atau cat yang tidak merata dapat mengindikasikan motor pernah kecelakaan dan dicat ulang.
Pastikan roda depan dan belakang sejajar untuk menghindari kerusakan rangka akibat benturan. Jangan lupa cek kondisi shockbreaker dan ban, terutama apakah ada rembesan oli atau ban sudah aus.
Validasi Legalitas Dokumen
Cek kesesuaian nomor rangka dan nomor mesin dengan dokumen STNK dan BPKB asli. Perhatikan detail angka dan huruf, pastikan tidak ada bekas kikir atau las-lasan yang mencurigakan.
Dokumen bermasalah bisa menyulitkan proses balik nama dan menimbulkan risiko hukum di masa depan.
Uji Mesin Dalam Kondisi Dingin
Minta untuk menjadi orang pertama yang menyalakan mesin saat pengecekan. Mesin yang sehat biasanya halus saat langsam, tanpa suara kasar atau berisik seperti “tek-tek” atau “klotok-klotok”.
Respons tuas gas juga perlu diperhatikan, apakah lancar tanpa brebet. Perhatikan asap knalpot; asap putih bisa jadi tanda bocornya oli ke ruang bakar.
Cek Sistem Kelistrikan dan Panel Indikator
Pastikan semua lampu berfungsi, termasuk lampu utama, sein, rem, dan lampu panel. Starter elektrik harus bekerja mulus dalam sekali tekan.
Periksa juga odometer; jika kilometer sangat rendah tetapi motor terlihat sudah tua, bisa jadi odometer pernah reset.
Periksa Riwayat Servis dan Kondisi Oli
Cek kondisi oli dengan melepas stik pengukur oli. Oli hitam pekat, encer, atau berbusa mengindikasikan perawatan kurang rutin.
Mintalah buku servis resmi jika tersedia. Riwayat servis di bengkel resmi menunjukkan motor dijaga dengan suku cadang asli.
Pilih Jenis Motor Sesuai Kebutuhan
Sesuaikan jenis motor dengan kebutuhan harian. Motor matic lebih praktis untuk mobilitas di perkotaan.
Motor bebek atau sport cocok untuk medan berat dan perjalanan jauh karena kontrol transmisinya lebih fleksibel.
Membeli motor bekas jangan sampai terburu-buru hanya karena harga murah. Ajukan penilaian pada orang yang berkompeten seperti mekanik untuk membantu proses pengecekan.
Kewaspadaan sejak awal bisa menghindarkan dari kerugian finansial yang lebih besar setelah Lebaran. Harga murah bukan jaminan terbaik jika risiko motor bermasalah mengintai.
