
Nio Inc berhasil mencatatkan laba operasi sebesar 807,3 juta yuan (sekitar 115,4 juta dolar AS) pada kuartal keempat, menandai pencapaian profitabilitas kuartalan pertama sejak didirikan. Keberhasilan ini didorong oleh pengiriman kendaraan yang mencapai rekor tertinggi dan permintaan pasar yang kuat terutama untuk model dengan margin tinggi.
Laporan keuangan menunjukkan peningkatan drastis dibandingkan kuartal keempat tahun sebelumnya, saat perusahaan mengalami rugi operasi sebesar 6,03 miliar yuan. Jika tidak memperhitungkan biaya kompensasi berbasis saham, laba operasi yang disesuaikan (non-GAAP) mencapai 1,25 miliar yuan, melampaui perkiraan sebelumnya yang berkisar antara 700 juta hingga 1,2 miliar yuan.
Rekor Pengiriman dan Pertumbuhan Pendapatan
Nio mengirimkan sebanyak 124.807 kendaraan pada kuartal ini, meningkat 71,70% secara tahunan. Angka ini menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan yang melonjak 75,9% menjadi 34,65 miliar yuan. Pertumbuhan ini berkontribusi terhadap peningkatan margin kotor perusahaan dari 11,7% menjadi 17,5%.
Model SUV andalan, generasi ketiga ES8, memberikan sumbangan signifikan dengan 39.697 unit terjual dan margin kotor sekitar 20%. Model ini menyumbang sekitar 32% dari total pengiriman Nio pada periode tersebut.
Efisiensi Biaya dan Keberlanjutan Profit
Selain lonjakan penjualan, langkah pengendalian biaya yang agresif turut mendukung pencapaian laba. Biaya riset dan pengembangan turun sebesar 44,3% menjadi 2,03 miliar yuan. Sementara itu, biaya penjualan, umum, dan administrasi (SG&A) menurun 27,5% menjadi 3,54 miliar yuan akibat pengurangan biaya personel serta efisiensi dalam pemasaran dan fungsi pendukung lainnya.
Meskipun demikian, Nio menghadapi sejumlah tantangan memasuki kuartal pertama tahun ini. Perusahaan memproyeksikan pengiriman kendaraan antara 80.000 hingga 83.000 unit dengan target pendapatan 24,48 hingga 25,17 miliar yuan. Angka ini menandakan pertumbuhan lebih dari 90% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tantangan Pasar dan Prospek Industri
Pendiri dan CEO Nio, William Li, mengingatkan bahwa industri kendaraan listrik (EV) di Tiongkok akan menghadapi tekanan pertumbuhan tinggi akibat berkurangnya dukungan subsidi nasional. Faktor musiman seperti liburan Tahun Baru Imlek serta pengurangan insentif trade-in turut menekan permintaan.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku seperti chip memori dan logam menjadi ancaman potensial bagi margin keuntungan produsen mobil, termasuk Nio. Kondisi ini mengharuskan Nio meningkatkan efisiensi operasional sambil beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah.
Posisi Keuangan dan Harapan Investor
Per akhir tahun lalu, kas dan setara kas Nio tercatat sebesar 45,9 miliar yuan, memberikan buffer finansial dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Investor akan mengamati dengan seksama pernyataan manajemen pada panggilan pendapatan mendatang serta strategi perusahaan untuk mempertahankan profitabilitas jangka panjang.
Keberhasilan Nio mencapai laba operasi kuartalan pertama ini menandai tonggak penting dalam sejarah perusahaan sekaligus refleksi tren positif industri EV di Tiongkok. Namun, kondisi pasar dan faktor eksternal menuntut adaptasi berkelanjutan agar kemajuan ini dapat dipertahankan.
Source: cnevpost.com








