Freelander Baru Lahir Dari Kolaborasi Land Rover-Chery, Siap Jadi SUV NEV Global

Kolaborasi antara Jaguar Land Rover dan Chery kembali menarik perhatian industri otomotif global setelah merek Freelander dihidupkan lagi sebagai entitas independen. Di bawah naungan kerja sama baru ini, Freelander akan hadir sebagai merek global berbasis New Energy Vehicle, dengan model pertama dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun ini.

Langkah tersebut menandai pergeseran penting dari nama Freelander yang dulu lekat dengan SUV kompak Land Rover, menuju portofolio kendaraan yang lebih modern dan terfokus pada elektrifikasi. Mengutip CarNewsChina, pengembangan merek ini menempatkan Shanghai sebagai kantor pusat global, dengan dukungan jaringan desain dan riset yang mencakup Gaydon di Inggris, Shanghai, Suzhou, serta basis manufaktur cerdas di Changshu.

Arah Baru Freelander di Bawah Kolaborasi Chery dan Land Rover

Freelander tidak lagi diposisikan sekadar sebagai nama model, melainkan berkembang menjadi submerek global yang berdiri sendiri. Pendekatan ini menunjukkan strategi yang lebih luas dari JLR dan Chery untuk memanfaatkan kekuatan desain Inggris serta kemampuan manufaktur dan pengembangan teknologi Chery di pasar energi baru.

Freelander juga disiapkan dengan sistem peluncuran produk yang agresif. Merek ini menargetkan hadirnya model baru setiap enam bulan, dengan total enam kendaraan baru dalam lima tahun ke depan.

Platform Baru untuk SUV Elektrifikasi

Salah satu poin terpenting dari proyek ini adalah penggunaan platform baru yang dirancang untuk seluruh jajaran SUV Freelander. Arsitektur tersebut mendukung tiga jenis penggerak utama, yakni kendaraan listrik murni, plug-in hybrid, dan range-extended atau EREV.

Freelander juga akan memakai platform range-extended tegangan tinggi 800V. Teknologi ini biasanya dikaitkan dengan pengisian daya yang lebih efisien dan performa sistem kelistrikan yang lebih baik, terutama pada kendaraan berukuran besar yang menuntut fleksibilitas jarak tempuh.

Model Awal Mengusung Nama Concept97

Model konsep pertama dari merek baru ini bernama Concept97. Mobil tersebut dibangun di atas arsitektur T1X milik Chery, platform yang dikenal fleksibel untuk berbagai ukuran SUV dan konfigurasi jarak sumbu roda.

Concept97 berada di bawah arahan Chief Creative Officer Jaguar Land Rover, Gerry McGovern. Dari sisi desain, mobil ini membawa bahasa visual yang tetap dekat dengan identitas Freelander lama, namun tampil lebih modern dan dinamis.

Detail Desain dan Posisi Produk

Secara visual, Concept97 mempertahankan proporsi SUV klasik dengan siluet tegas berbentuk kotak. Bagian depan menampilkan lampu persegi dan emblem “Freelander” yang dibuat menonjol, sementara bagian belakang juga membawa identitas merek yang sama.

Konsep ini diposisikan sebagai SUV menengah hingga besar dengan enam tempat duduk. Dimensinya disebut lebih dari 5.100 mm untuk panjang bodi dan lebih dari 3.000 mm untuk jarak sumbu roda, sehingga memberi gambaran tentang ruang kabin yang lapang.

Berikut ringkasan spesifikasi kunci Concept97:

  1. Konfigurasi kursi: 2+2+2.
  2. Kapasitas: enam penumpang.
  3. Panjang bodi: lebih dari 5.100 mm.
  4. Jarak sumbu roda: lebih dari 3.000 mm.
  5. Platform: T1X milik Chery.

Pada baris kedua, kursi sisi kanan mendapat mode gravitasi nol untuk meningkatkan kenyamanan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Freelander ingin masuk ke segmen SUV premium yang mengutamakan kemewahan kabin dan pengalaman berkendara.

Kabinnya Disiapkan untuk Konsumen Digital

Bagian interior Concept97 juga memperlihatkan fokus kuat pada teknologi. Mobil ini memakai chip Qualcomm Snapdragon 8397, lalu menghadirkan tata letak layar ganda dengan layar utama mengambang dan layar terpisah.

Selain itu, tersedia setir tiga palang, tuas transmisi elektronik di kolom kemudi, dan dua bantalan pengisian daya nirkabel di konsol tengah. Kombinasi ini menempatkan Concept97 sebagai SUV dengan pendekatan digital yang sejalan dengan tren kendaraan energi baru di pasar global.

Posisi Strategis untuk Pasar Global

Kehadiran Freelander baru memperlihatkan bagaimana dua perusahaan besar mencoba menggabungkan warisan merek klasik dengan kebutuhan pasar masa kini. Identitas Land Rover tetap terasa melalui desain dan keterlibatan tim Gaydon, sementara Chery memberi fondasi platform, teknologi, dan kapasitas industri yang dibutuhkan untuk mempercepat ekspansi.

Dengan rencana peluncuran produk yang berulang, dukungan 800V, serta fokus pada EV, PHEV, dan EREV, Freelander berpotensi menjadi salah satu proyek kolaborasi paling penting di segmen SUV elektrifikasi. Pasar akan menunggu apakah merek ini mampu mengubah nostalgia terhadap nama Freelander menjadi daya tarik baru di era kendaraan energi baru.

Berita Terkait

Back to top button