Geely Siap Bawa Lynk & Co Ke Indonesia, Sasar Premium Sporty yang Beda Sendiri

Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke Indonesia dengan fokus pada segmen premium sporty. Herlijoso menyebut rencana itu sedang dipelajari karena strategi lini produknya dinilai mengarah ke arah tersebut dan pasar Indonesia dianggap menarik.

Pernyataan itu ia sampaikan saat berkunjung ke Beijing, China. Namun, ia juga menegaskan bahwa belum ada kepastian kapan prinsipal siap menyediakan produk dengan setir kanan.

Di bawah naungan Geely Group, pembeda tiap merek sudah dipetakan secara jelas agar masing-masing punya pasar sendiri. Herlijoso menjelaskan bahwa Geely diarahkan ke mobility intelligent yang lebih umum, Zeekr ke premium luxury, sedangkan Lynk & Co diposisikan untuk sporty, tren, dan teknologi.

Penegasan posisi itu penting karena Lynk & Co tidak hadir sekadar membawa nama besar grup Geely. Merek ini dirancang untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang mencari mobil premium dengan performa sporty dan sentuhan berbeda dari para kompetitor.

Perbedaan itu terlihat dari strategi produk Lynk & Co yang tidak hanya mengandalkan teknologi canggih dari Geely Group. Pabrikan juga menambahkan berbagai peranti unik agar setiap model tampil menonjol di tengah persaingan.

Melihat portofolio globalnya, Lynk & Co memiliki jajaran produk yang sangat luas. Line-up itu mencakup SUV berbagai ukuran hingga sedan mewah, sehingga merek ini punya fondasi produk yang cukup kuat untuk memasuki pasar baru.

Di Beijing Auto Show atau Auto China 2026, Lynk & Co memperkenalkan model terbaru bernama 10 EV. Sedan listrik ini langsung mencuri perhatian karena membawa spesifikasi teknis yang sangat agresif di kelas mobil sport listrik.

Lynk & Co 10 EV menggunakan sistem penggerak All Wheel Drive. Output puncaknya mencapai 912 HP dengan torsi 810 Nm, lalu mobil ini diklaim mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam dalam 2,8 detik.

Mobil ini juga mencatat prestasi di lintasan. Lynk & Co 10 EV meraih rekor Fastest Lap di Asia Ridge Track dengan waktu 1 menit 40,14 detik dan melampaui catatan Porsche Taycan GTS di lintasan yang sama.

Dari sisi pengisian daya, 10 EV memakai arsitektur 900V dan baterai Golden Brick. Kombinasi itu memungkinkan pengisian dari 10 persen ke 97 persen dalam 8 menit 42 detik, sementara sistemnya disebut mampu menambah jarak tempuh 2 km untuk setiap detik pengisian pada ultra-fast charger V4.

Untuk mendukung karakter sporty, pabrikan menyematkan fitur seperti Drifter Mode dan Launch Control. Dua fitur ini mempertegas arah mobil sebagai produk yang tidak hanya cepat di atas kertas, tetapi juga dibuat untuk pengalaman berkendara yang lebih emosional.

Lynk & Co juga memperlihatkan arah masa depan lewat mobil konsep bernama Time to Shine. Purwarupa ini menjadi simbol perayaan satu dekade merek tersebut sekaligus menunjukkan visi ke kendaraan berperforma ekstrem.

Mobil konsep itu dikabarkan mampu mencapai 100 km/jam dalam 2 detik. Time to Shine juga memakai sasis digital berbasis AI untuk pengendalian presisi dan penggerak roda belakang, sehingga memperkuat citra Lynk & Co di segmen high-performance.

Source: carvaganza.com

Terkait