Mitsubishi mengambil langkah penting di pasar Selandia Baru dengan mulai menjual Outlander Sport HEV, SUV hybrid yang sejatinya merupakan versi lain dari Mitsubishi Xforce HEV. Yang membuatnya menarik, model ini disebut resmi diimpor dari Indonesia, sehingga menegaskan peran Indonesia sebagai basis produksi kendaraan hybrid Mitsubishi untuk pasar ekspor.
Kehadiran model ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Mitsubishi serius memperkuat posisinya di Selandia Baru. Di negara itu, merek asal Jepang tersebut sudah dikenal luas dan berada di tiga besar penjualan nasional.
Indonesia mulai jadi basis ekspor hybrid
Status sebagai kendaraan buatan Indonesia menjadi sorotan utama dari peluncuran ini. Selama ini, konsumen Indonesia baru mengenal Xforce dalam versi mesin bensin konvensional, sementara versi hybrid justru lebih dulu meluncur di Thailand dan kini masuk Selandia Baru.
Fakta tersebut menunjukkan perubahan penting dalam peta produksi Mitsubishi di kawasan. Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar, tetapi juga mulai dipercaya sebagai pusat produksi model elektrifikasi untuk negara lain.
Mesin 1.600 cc dan sistem hybrid generasi baru
Outlander Sport HEV mengusung mesin bensin 1.600 cc MIVEC yang dipadukan dengan sistem hybrid generasi terbaru Mitsubishi. Sistem ini dapat bekerja otomatis dalam tiga mode berkendara, yaitu EV mode, hybrid mode, dan mesin bensin konvensional, sesuai kebutuhan jalan dan kondisi berkendara.
Mobil ini juga dibekali baterai berkapasitas 1,1 kWh. Kombinasi tersebut dirancang untuk menjaga efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan respons performa.
Mitsubishi mengklaim konsumsi bahan bakar Outlander Sport HEV bisa mencapai sekitar 17,8 km/liter. Jarak tempuhnya disebut bisa mencapai hingga 750 kilometer dalam sekali pengisian penuh bahan bakar dan baterai.
Fitur premium yang belum ada di Xforce Indonesia
Salah satu pembeda yang paling mencolok adalah panoramic roof. Fitur ini hadir sebagai standar di seluruh varian Outlander Sport HEV, sementara Xforce versi Indonesia belum memilikinya.
Keberadaan panoramic roof membuat SUV hybrid ini terasa lebih modern dan mewah. Fitur tersebut juga menambah kenyamanan kabin bagi pengemudi dan penumpang.
Tidak tertutup kemungkinan fitur serupa akan dibawa jika Xforce Hybrid benar masuk ke Indonesia. Namun hingga kini, hal itu belum diumumkan secara resmi.
Australia tidak kebagian, Selandia Baru justru dapat jatah
Meski sudah dipasarkan di Selandia Baru, Outlander Sport HEV dipastikan tidak masuk Australia. Alasannya, model ini disebut belum memenuhi standar regulasi keselamatan kendaraan yang berlaku di sana.
Regulasi Australia dikenal sangat ketat, terutama dalam aspek fitur keselamatan aktif dan perlindungan penumpang. Kondisi ini membuat Selandia Baru menjadi salah satu pasar yang justru lebih dulu menerima SUV hybrid terbaru Mitsubishi tersebut.
Rumor masuk Indonesia makin kuat
Peluncuran Outlander Sport HEV di Selandia Baru ikut memperkuat spekulasi bahwa Xforce Hybrid segera hadir di Indonesia. Jika benar meluncur tahun ini, model ini akan langsung masuk ke segmen SUV hybrid kompak yang persaingannya sudah semakin padat.
Di pasar itu, Mitsubishi berpotensi berhadapan dengan Toyota Yaris Cross Hybrid dan Honda HR-V e:HEV yang sudah lebih dulu bermain di segmen elektrifikasi. Dengan desain futuristis, teknologi hybrid modern, dan status produksi Indonesia, Xforce Hybrid berpeluang menjadi model penting bagi Mitsubishi di kawasan ASEAN.
