
Di kelas skutik retro modern, Honda Scoopy dan Yamaha Fazzio kini sama-sama bermain di rentang harga yang berdekatan. Per Mei 2026, keduanya dijual di kisaran Rp22 jutaan hingga Rp25 jutaan, sehingga selisih harga bukan lagi pembeda utama.
Situasi itu membuat pertarungan fitur jadi sorotan utama. Saat harga mirip, calon pembeli cenderung menimbang teknologi mesin, konektivitas, kapasitas bagasi, hingga kepraktisan harian sebelum menjatuhkan pilihan.
Dari sisi fitur modern, Yamaha Fazzio tampil lebih menonjol. Motor ini membawa mesin Blue Core Hybrid 125cc yang memberi pendekatan berbeda dibanding rivalnya.
Teknologi hybrid pada Fazzio bekerja melalui Electric Power Assist Start. Fitur ini memberi tambahan tenaga saat awal akselerasi, sehingga tarikan terasa lebih halus dan bertenaga, terutama ketika menghadapi tanjakan atau membawa penumpang.
Keunggulan Fazzio tidak berhenti di sektor mesin. Skutik ini juga dibekali Yamaha Motorcycle Connect atau Y-Connect yang menghubungkan motor dengan smartphone.
Lewat Y-Connect, pengendara bisa memantau lokasi parkir terakhir, konsumsi bahan bakar, serta notifikasi pesan dan telepon yang muncul di panel instrumen digital. Untuk pengguna yang mengutamakan konektivitas harian, fitur ini menjadi nilai tambah yang jelas.
Di sisi lain, Honda Scoopy mengambil jalur yang lebih konservatif namun tetap relevan. Motor ini mengandalkan mesin 110cc eSP yang sudah dikenal hemat bahan bakar dan punya karakter suara mesin halus.
Scoopy memang belum menawarkan konektivitas smartphone seperti Fazzio. Namun, Honda tetap memberi bekal fitur yang berfokus pada fungsionalitas dan identitas desain.
Salah satu daya tarik utamanya ada pada lampu depan LED dengan desain crystal block. Elemen ini bukan hanya ikonik secara tampilan, tetapi juga memberi pencahayaan terang untuk membantu visibilitas saat berkendara malam hari.
Panel meter digital pada Scoopy juga tetap hadir untuk menyajikan informasi berkendara. Meski tidak terkoneksi ke ponsel, penyajiannya tetap ditujukan untuk kebutuhan dasar pengguna yang ingin instrumen praktis dan mudah dibaca.
Bagasi dan tangki jadi pembeda penting
Untuk urusan daya angkut, Yamaha Fazzio kembali unggul di atas kertas. Bagasinya berkapasitas 17,8 liter, sedikit lebih besar dibanding Honda Scoopy yang berada di angka 15,4 liter.
Fazzio juga menawarkan double hook carabiner. Gantungan barang ganda dengan sistem pengunci ini memberi nilai lebih bagi pengguna yang sering membawa kantong belanja atau barang bawaan tambahan.
Namun, angka kapasitas tidak selalu langsung menentukan kepraktisan nyata. Bagasi Scoopy yang lebih kecil justru disebut punya bentuk lebih dalam, sehingga pada kondisi tertentu bisa lebih mudah dipakai menyimpan helm tipe tertentu dibanding bagasi Fazzio yang cenderung memanjang.
Perbedaan lain terlihat pada tangki bahan bakar. Yamaha Fazzio dibekali tangki 5,1 liter, sementara Honda Scoopy memiliki kapasitas 4,2 liter.
Secara praktis, kapasitas tangki yang lebih besar memberi potensi jarak tempuh lebih jauh dalam sekali isi. Bagi pengguna yang sering bergerak di dalam kota tanpa ingin terlalu sering mampir ke SPBU, detail ini bisa cukup menentukan.
Fitur keamanan dan utilitas sudah sama-sama lengkap
Meski punya pendekatan berbeda pada mesin dan fitur digital, keduanya sudah sama-sama mengikuti kebutuhan konsumen modern. Honda Scoopy dan Yamaha Fazzio sama-sama dibekali Smart Key System pada varian tertinggi.
Sistem ini juga dilengkapi Answer Back System. Fitur tersebut membantu pengendara menemukan posisi motor di area parkir ramai sekaligus menambah rasa aman terhadap risiko pencurian.
Untuk kebutuhan mengisi daya perangkat, kedua model juga sudah menyediakan power socket. Kehadiran fitur ini penting karena penggunaan ponsel saat mobilitas harian kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas pengendara.
Jika ditarik ke kebutuhan pengguna, karakter dua motor ini terlihat cukup berbeda. Yamaha Fazzio lebih kuat untuk pembeli yang mencari teknologi lebih baru, konektivitas digital, bagasi lebih lega, dan tangki lebih besar.
Honda Scoopy justru menarik bagi pengguna yang lebih mementingkan mesin 110cc eSP yang sudah akrab, efisiensi bahan bakar, serta desain lampu LED crystal block yang menonjol secara visual sekaligus fungsional. Saat harga keduanya saling berdekatan, dilema pilihan akhirnya bergeser dari soal banderol ke prioritas fitur yang paling dibutuhkan untuk pemakaian harian.
Source: www.suara.com







