Dongfeng Siap Luncurkan Baterai Solid-State, Mobil Listrik Bisa Tembus 1.000 Km Sekali Cas

Dongfeng Motor sedang menyiapkan langkah besar yang berpotensi mengubah daya jelajah mobil listrik. Produsen otomotif asal China itu menargetkan mulai memproduksi massal sekaligus mengintegrasikan baterai solid-state ke kendaraan pada paruh kedua 2026.

Poin paling menarik dari pengembangan ini ada pada klaim jarak tempuhnya. Dengan kepadatan energi 350Wh/kg, Dongfeng memperkirakan kendaraan yang memakai baterai tersebut bisa melaju lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Fokus pada keamanan dan efisiensi

Baterai solid-state Dongfeng memakai elektrolit padat, berbeda dari baterai lithium-ion konvensional yang masih menggunakan elektrolit cair. Perubahan ini ditujukan untuk menekan risiko kebakaran dan ledakan akibat benturan atau suhu berlebih.

Dalam pengujian internal, baterai itu disebut sudah melewati sejumlah uji keamanan. Pada uji kompresi ekstrem, baterai tetap berfungsi meski mengalami deformasi hingga 50 persen, sementara pada suhu tinggi hingga 170°C baterai tidak menunjukkan gejala asap maupun api.

Ketahanan baterai juga diuji dalam cuaca ekstrem. Dalam pengujian di Mohe pada awal tahun, baterai masih mampu mempertahankan lebih dari 74 persen kapasitas dayanya saat suhu turun ke minus 30°C.

Target 1.000 km dengan bobot lebih ringan

Dongfeng juga menyebut paket baterai tersebut sekitar 30 persen lebih ringan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Bobot yang lebih ringan ini dinilai membantu efisiensi kendaraan tanpa menambah beban keseluruhan.

Dalam pengujian yang sama di Mohe, kendaraan yang menggunakan baterai itu dilaporkan mampu mencatat jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer. Kombinasi jarak jelajah panjang dan bobot yang lebih rendah menjadi salah satu daya tarik utama teknologi ini.

Jalur teknologi yang siap diproduksi massal

Untuk mendukung produksi skala besar, Dongfeng memilih pendekatan komposit oksida-polimer. Jalur ini dinilai lebih berpeluang masuk produksi massal karena rantai pasok bahan bakunya sudah tersedia dan cocok dengan fasilitas produksi yang ada.

Menurut Zhang Wei, kepala laboratorium baterai solid-state di Institut Litbang Dongfeng, perusahaan telah mencapai kemandirian penuh dalam teknologi inti baterai tersebut. Pengembangan itu mencakup elektroda, elektrolit padat, hingga integrasi paket baterai.

Dongfeng juga telah membangun fasilitas penelitian dan pengembangan yang menggabungkan laboratorium pengujian, produksi percobaan, dan jalur percontohan. Infrastruktur ini disiapkan untuk mempercepat proses komersialisasi teknologi baterai baru tersebut.

Langkah berikutnya setelah produksi pertama

Selain menyiapkan produksi massal pertama pada 2026, tim riset dan pengembangan Dongfeng juga mengerjakan generasi berikutnya dari baterai solid-state. Fokus pengembangannya ada pada pengisian daya cepat dan kepadatan energi yang lebih tinggi, dengan rencana pengenalan pada 2027.

Dongfeng bukan satu-satunya pemain di jalur ini. GAC, CATL, dan FAW juga disebut mempercepat pengembangan baterai solid-state dengan target produksi massal pada rentang 2026 hingga 2027.

Dorongan Dongfeng terhadap teknologi ini datang dari skala bisnis yang besar. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan penjualan 2,47 juta kendaraan, dengan 1,05 juta unit di antaranya merupakan kendaraan energi baru yang naik 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan tahunan merek milik sendiri seperti Voyah, Yipai, dan Nammi juga sudah melampaui 1,5 juta unit. Kontribusinya lebih dari 60 persen terhadap total penjualan perusahaan, menunjukkan bahwa pengembangan baterai solid-state ini sejalan dengan arah pertumbuhan bisnis Dongfeng.

Berita Terkait

Back to top button