Nissan Skyline Bangkit Lebih Cepat dari Dugaan, Teknologi China Ubah Cara Nissan Bergerak

Nissan menyiapkan kebangkitan Skyline dengan pendekatan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Sedan performa empat pintu itu disebut akan diperkenalkan pada akhir 2026 dengan waktu pengembangan yang jauh lebih singkat.

Percepatan ini menjadi sorotan karena Nissan memang sedang mengubah cara kerja pengembangan produknya. Pabrikan tersebut belajar dari manufaktur China, terutama soal kecepatan desain dan pengembangan, dengan AI menjadi salah satu perangkat penting dalam proses itu.

Pengembangan Lebih Cepat

Skyline generasi baru disebut hanya membutuhkan 26 bulan dari tahap rancangan hingga produksi. Angka itu jauh lebih cepat dibanding model saat ini yang memerlukan 55 bulan pengembangan.

Motor1 menyebut model ini akan hadir lebih cepat berkat siklus kerja yang dipangkas drastis. Jika jadwal itu berjalan sesuai rencana, Skyline akan menjadi bukti paling nyata dari strategi baru Nissan.

Nikkei melaporkan CEO Nissan Ivan Espinosa menargetkan perusahaan bisa menghadirkan kendaraan baru ke pasar dalam sekitar 30 bulan. Dalam konteks itu, Skyline generasi baru justru disebut siap empat bulan lebih cepat dari target yang dijanjikan.

Langkah ini penting bagi Nissan karena menunjukkan perubahan bukan sekadar wacana internal. Skyline diposisikan sebagai model pertama yang benar-benar mengusung “ilmu China” dalam pengembangannya.

Bukan GT-R, Melainkan Sedan Skyline

Nama Skyline kerap memunculkan asosiasi kuat dengan GT-R. Namun model yang dimaksud kali ini bukan penerus langsung dari lini GT-R, melainkan sedan empat pintu berperforma tinggi.

Di pasar Amerika Utara, model ini dikenal juga sebagai Infiniti. Saat resmi meluncur nanti, mobil tersebut akan menyandang status sebagai Skyline generasi ke-14.

Generasi sebelumnya berkode V37. Model itu mulai diperkenalkan pada 2014 dan masa produksinya rampung pada 2024.

Dengan latar itu, kehadiran generasi ke-14 bukan hanya pergantian model biasa. Skyline baru juga menjadi penanda perubahan arah pengembangan Nissan setelah satu dekade lebih generasi lama bertahan.

Spesifikasi Masih Mengarah ke Mesin V6 Twin-Turbo

Soal dapur pacu, informasi yang beredar masih bersifat awal. Varian tertinggi Skyline anyar disebut akan memakai mesin VR30DDTT V6 3.000 cc twin-turbo dari generasi sebelumnya.

Output tenaganya dikabarkan bisa menembus lebih dari 420 hp. Meski begitu, penggunaan mesin lain tetap terbuka sehingga spesifikasi finalnya belum bisa dipastikan.

Informasi lain menyebut kemungkinan hadirnya sistem penggerak all-wheel drive. Selain itu, Nissan juga disebut dapat menyiapkan versi yang lebih jinak untuk menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas.

Karena detail teknisnya belum diumumkan resmi, posisi informasi ini masih berada di ranah spekulasi. Namun arah pengembangannya menunjukkan Skyline tetap akan mempertahankan citra sebagai sedan performa tinggi, bukan bergeser menjadi model biasa.

Strategi Ini Akan Menular ke Model Lain

Nissan tidak berhenti di Skyline. Jika pendekatan baru ini terbukti berhasil, pola pengembangan serupa akan diterapkan ke produk lain di berbagai segmen.

Perusahaan bahkan telah mencanangkan target yang lebih agresif untuk masa depan. Nissan ingin mampu meluncurkan produk-produk baru dalam tempo satu tahun.

AI yang digunakan dalam proses perancangan juga disebut akan berperan dalam upaya menghidupkan kembali GT-R. Selain itu, teknologi dan metode kerja tersebut akan dipakai untuk pengembangan SUV hingga pikap.

Artinya, Skyline bukan sekadar model baru dalam jajaran sedan Nissan. Mobil ini menjadi proyek percontohan untuk cara kerja baru yang bisa menentukan ritme peluncuran produk Nissan berikutnya.

Bagi penggemar lama, kebangkitan Skyline tentu menarik karena nama ini punya posisi khusus dalam sejarah Nissan. Bagi industri, yang lebih penting justru ada pada cara mobil ini lahir: lebih cepat, lebih efisien, dan menjadi awal dari transformasi pengembangan produk Nissan secara lebih luas.

Source: otodriver.com

Terkait