Mobil Listrik Rp200 Jutaan Kian Menggoda, Pilihannya Kini dari BYD Sampai VinFast

Pilihan mobil listrik di kisaran Rp200 jutaan makin ramai pada Juni 2026. Rentang harga yang sebelumnya identik dengan model terbatas kini diisi sejumlah merek dari Tiongkok hingga Vietnam, dengan karakter produk yang berbeda-beda.

Bagi konsumen yang ingin masuk ke kendaraan listrik tanpa anggaran terlalu tinggi, opsi yang tersedia kini membentang dari sekitar Rp152 juta sampai Rp283 juta. Variannya juga tidak lagi hanya city car, tetapi mulai mencakup crossover dan SUV listrik.

Persaingan ini membuat segmen harga terjangkau menjadi salah satu area paling menarik di pasar mobil listrik Indonesia. Di kelas ini, BYD, Changan, Geely, Jaecoo, dan VinFast sama-sama menawarkan pendekatan berbeda untuk menarik pembeli.

BYD menjadi salah satu nama yang menonjol lewat Atto 1. Model kompak ini hadir dalam dua varian, yakni Atto 1 Dynamic seharga Rp205 juta dan Atto 1 Premium Rp245 juta.

Atto 1 menyasar konsumen perkotaan yang membutuhkan mobil listrik ringkas untuk penggunaan harian. Mobil ini disebut membawa desain modern, kabin futuristis, serta teknologi keselamatan yang cukup lengkap.

Pilihan lain di rentang serupa datang dari Changan Lumin yang dipasarkan dengan harga Rp215 juta. Model ini mengandalkan dimensi kompak sebagai nilai jual utama.

Karakter Changan Lumin cocok untuk mobilitas kota yang padat. Ukurannya yang ringkas memudahkan pengendalian di jalan perkotaan sekaligus membantu saat parkir di area sempit.

Di atas city car, ada Geely EX2 yang memberi pilihan gaya crossover. Geely menawarkan dua varian, yaitu EX2 Pro seharga Rp240 juta dan EX2 Max Rp270 juta.

Geely EX2 ditujukan untuk konsumen yang menginginkan tampilan lebih sporty. Desain crossover-nya memberi alternatif bagi pembeli yang ingin nuansa SUV modern tanpa keluar terlalu jauh dari kisaran harga Rp200 jutaan.

Jaecoo juga ikut masuk ke segmen ini melalui J5 EV Standard. Harga yang dipasang untuk model ini berada di Rp280 juta.

J5 EV membawa pendekatan berbeda dibanding model kompak di kelas bawahnya. Jaecoo menonjolkan desain gagah dan fitur modern, dengan sasaran keluarga muda serta pengguna yang aktif.

VinFast paling beragam

Di antara merek yang bermain di kelas harga terjangkau, VinFast menjadi yang paling banyak menawarkan pilihan. Pabrikan asal Vietnam itu menghadirkan beberapa model dengan skema pembelian berbeda, termasuk opsi sewa baterai.

Model paling terjangkau dari VinFast tercatat dijual Rp152 juta dengan skema sewa baterai. Selain itu ada VF 3 seharga Rp193 juta, lalu VF 5 dengan skema sewa baterai di Rp212 juta.

Untuk konsumen yang ingin membeli unit tanpa skema sewa baterai, VinFast juga menyediakan VF 5 seharga Rp273 juta. Satu model lain, VF e34 dengan skema sewa baterai, dipasarkan di Rp283 juta.

Skema sewa baterai menjadi pembeda penting dalam penawaran VinFast. Dengan pola ini, harga awal kendaraan bisa ditekan sehingga akses kepemilikan mobil listrik menjadi lebih ringan.

Peta pilihan di kisaran Rp200 jutaan

Jika dilihat dari harga, konsumen kini bisa memilih kendaraan listrik sesuai kebutuhan yang lebih spesifik. City car kompak hadir lewat Changan Lumin dan BYD Atto 1, sementara Geely EX2 dan Jaecoo J5 EV menawarkan gaya yang lebih dekat ke crossover dan SUV.

Berikut ringkasan harganya pada Juni 2026:

ModelVarianHarga
Changan LuminRp215 juta
BYD Atto 1DynamicRp205 juta
BYD Atto 1PremiumRp245 juta
Jaecoo J5 EVStandardRp280 juta
Geely EX2ProRp240 juta
Geely EX2MaxRp270 juta
VinFastskema sewa bateraiRp152 juta
VinFast VF 3Rp193 juta
VinFast VF 5sewa bateraiRp212 juta
VinFast VF 5Rp273 juta
VinFast VF e34sewa bateraiRp283 juta

Semakin banyaknya model di rentang ini menunjukkan pasar mobil listrik Indonesia bergerak ke fase yang lebih kompetitif. Konsumen kini tidak hanya memilih berdasarkan harga, tetapi juga dapat menyesuaikan dengan bentuk kendaraan, kebutuhan mobilitas, dan skema kepemilikan yang paling cocok.

Terkait