Bos baru Mitsubishi Motors, Keisuke Kishiura, memberi sinyal yang jarang terdengar dari pabrikan asal Jepang itu: ia ingin melihat Lancer Evolution kembali lahir suatu hari nanti. Pernyataan ini langsung menarik perhatian penggemar mobil performa, karena nama Evo sudah lama menjadi simbol kuat di tubuh Mitsubishi.
Sinyal tersebut muncul dalam rapat pemegang saham tahunan Mitsubishi di Jepang. Seorang investor lebih dulu meminta perusahaan mempertimbangkan kebangkitan model legendaris seperti Lancer Evolution, Galant, dan Diamante, mengikuti kembalinya nama Pajero.
Nama besar yang masih dianggap aset
Kishiura menegaskan bahwa ketiga model itu punya arti penting dalam sejarah Mitsubishi. Ia menyebut Lancer Evolution, Galant, dan Diamante sebagai “harta” perusahaan karena nilainya besar bagi identitas merek.
Namun, ia juga menempatkan harapan itu dalam batas yang realistis. Saat ini belum ada rencana konkret untuk membawa kembali model-model tersebut.
Meski begitu, Kishiura menegaskan ambisi jangka panjang Mitsubishi. Menurut dia, perusahaan ingin menjadi pabrikan yang suatu saat mampu menciptakan mobil hebat seperti Lancer Evolution lagi.
Latar pribadi bos baru Mitsubishi
Pernyataan itu terasa lebih menarik karena Kishiura dikenal sebagai penggemar mobil. Presiden dan COO baru Mitsubishi yang mulai menjabat pada April lalu itu mengungkapkan bahwa salah satu mobil pertama yang pernah dikendarainya adalah Mitsubishi Lancer Turbo bertransmisi manual.
Latar tersebut membuat pandangannya soal mobil performa terasa lebih personal. Bagi penggemar Mitsubishi, fakta itu ikut memunculkan harapan bahwa suara dari puncak perusahaan kini lebih dekat dengan semangat mobil antusias.
Jejak nama legendaris mulai bergerak
Kishiura tidak berbicara soal Evo sendirian. Mitsubishi saat ini memang tengah membangkitkan kembali satu sampai dua nama legendaris, dimulai dari Eclipse yang sudah lebih dulu meluncur dan Pajero tanpa Sport yang kehadirannya tinggal menunggu waktu.
Kondisi itu membuat wacana Lancer Evolution terasa tidak sepenuhnya asing. Walau belum masuk tahap rencana resmi, pembahasan soal ikon lama kini kembali berada di meja perusahaan.
Mimpi kembali ke arena WRC
Selain membicarakan model jalan raya, Kishiura juga menyebut keinginannya melihat Mitsubishi kembali berlaga di World Rally Championship atau WRC. Untuk saat ini, gagasan itu masih berupa wacana dan masih jauh dari realisasi.
Meski begitu, nama Mitsubishi memang punya sejarah kuat di dunia reli. Pada dekade 1990 hingga 2000-an, merek ini dikenal berjaya di WRC dan Reli Dakar sebelum akhirnya absen dari arena balap global setelah krisis 2009.
Fokus bisnis masih ke SUV dan elektrifikasi
Di balik semua harapan tersebut, arah bisnis Mitsubishi saat ini tetap pragmatis. Fokus utama perusahaan masih berada pada pengembangan SUV, kendaraan pasar ASEAN, model elektrifikasi, serta pemanfaatan kerja sama dengan Nissan dan Renault untuk menekan biaya pengembangan.
Itu sebabnya, kembalinya Lancer Evolution masih jauh dari kenyataan. Namun, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, pimpinan tertinggi Mitsubishi kembali berbicara tentang mobil performa dan motorsport, sesuatu yang memberi sinyal positif bagi basis penggemarnya.
Source: www.bincangbincangmobil.com






