Mitsubishi memberi penyegaran pada Outlander PHEV 2026 untuk pasar Jepang dengan fokus yang sangat jelas: membuat SUV plug-in hybrid ini lebih aman dan lebih praktis dipakai harian. Ubahan visual tidak menjadi perhatian utama, tetapi daftar fitur barunya menunjukkan arah pengembangan yang lebih fungsional.
Model terbaru ini mulai dijual di Jepang sejak 25 Juni 2026. Harganya berada di rentang 5.369.100 yen sampai 6.901.400 yen, atau sekitar Rp596 juta hingga Rp766 juta berdasarkan kurs saat ini.
Fokus Baru di Bantuan Pengemudi
Salah satu sorotan terbesar ada pada sistem Mitsubishi e-Assist. Mitsubishi menambahkan fitur Leading Car Departure Notification (LCDN) untuk membantu pengemudi saat berada di kondisi macet atau berhenti di lampu merah.
Fitur ini memberi peringatan ketika mobil di depan mulai bergerak sementara Outlander PHEV masih diam. Notifikasi muncul lewat bunyi peringatan dan tampilan informasi di panel instrumen, sehingga pengemudi bisa merespons lebih cepat di lalu lintas padat.
Tambahan ini memperlihatkan arah penyegaran yang tidak sekadar kosmetik. Mitsubishi tampak ingin membuat pengemudi lebih terbantu dalam situasi perkotaan yang sering menuntut reaksi cepat.
Akses Mobil Jadi Lebih Praktis
Selain keselamatan, Mitsubishi juga menonjolkan kemudahan penggunaan sehari-hari. Outlander PHEV terbaru kini dibekali fungsi Auto Unlock dan Auto Lock berbasis proximity sensor.
Selama pengemudi membawa keyless operation key, pintu bisa terbuka dan terkunci otomatis tanpa perlu menekan tombol pada remote. Saat pemilik mendekati mobil dalam jarak sekitar satu meter, pintu terbuka sendiri, lalu lampu hazard, lampu kendaraan, buzzer, dan spion memberi konfirmasi.
Sebaliknya, ketika pemilik menjauh lebih dari tiga meter setelah keluar dari kendaraan, sistem langsung mengunci pintu. Lampu hazard berkedip, buzzer berbunyi, dan spion melipat sebagai tanda mobil sudah aman terkunci.
Fitur seperti ini akan terasa berguna saat pengguna membawa banyak barang. Kondisi seperti membawa koper, tas belanja, atau perlengkapan keluarga membuat akses tanpa sentuh menjadi nilai tambah yang nyata.
Mesin Tetap Sama, Karakter Masih Khas PHEV
Di sektor performa, Mitsubishi tidak mengubah sistem penggerak Outlander PHEV. SUV ini masih memakai mesin 2.4 liter MIVEC DOHC empat silinder yang dipadukan dengan sistem twin motor dan penggerak empat roda atau 4WD.
Kombinasi tersebut tetap menjadi identitas utama Outlander PHEV. Mitsubishi menyebut konsepnya sebagai “EV untuk penggunaan harian dan hybrid untuk perjalanan jauh”, yang menunjukkan posisi model ini sebagai kendaraan elektrifikasi serbaguna.
Artinya, penyegaran kali ini bukan tentang mengejar ubahan besar pada performa. Mitsubishi justru mempertahankan formula yang sudah dikenal, lalu memperkuat sisi kenyamanan dan bantuan berkendara.
Masih Jadi Andalan Mitsubishi di Jepang
Outlander PHEV saat ini merupakan model flagship Mitsubishi Motors. Generasi keduanya meluncur pada 2021, lalu mendapat penyegaran besar pada Oktober 2024.
Pada pembaruan sebelumnya, Mitsubishi meningkatkan kapasitas baterai, memperpanjang jarak tempuh mode listrik, meningkatkan performa akselerasi, serta menyempurnakan desain interior dan eksterior. Sistem audio hasil kolaborasi dengan Yamaha juga menjadi perlengkapan standar di seluruh varian.
Di pasar domestik, Outlander PHEV punya catatan yang kuat. Berdasarkan data Mitsubishi, model ini menjadi PHEV terlaris di Jepang selama dua tahun fiskal berturut-turut, yakni 2024 dan 2025.
Dengan tambahan fitur keselamatan dan akses kendaraan yang lebih praktis, Mitsubishi berupaya menjaga daya tarik Outlander PHEV di segmen SUV plug-in hybrid. Pembaruan ini menegaskan bahwa fokus utama Mitsubishi bukan hanya pada elektrifikasi, tetapi juga pada pengalaman pemakaian yang lebih mudah setiap hari.
Source: moladin.com






