Xpeng GX langsung menarik perhatian karena membawa paket yang jarang ditemui pada SUV listrik: desain futuristis, dimensi besar, dan performa tinggi. Di negara asalnya, model ini juga mencuri sorotan setelah mencatat rekor penjualan yang sangat masif, bahkan disebut tembus 24 ribu unit dalam sehari di China.
Kombinasi itu membuat GX masuk radar pasar yang lebih luas, termasuk Indonesia. Namun, peluang masuk ke pasar kemudi kanan masih menjadi kunci utama, karena model yang pernah dipamerkan di Istora Senayan itu masih berkonfigurasi setir kiri.
Desain yang dibuat untuk tampil mencolok
Secara visual, Xpeng GX tampil dengan bahasa desain modern yang tegas. Bagian depan mengandalkan through-type light bar yang memanjang, dipadukan bumper agresif dan saluran udara dinamis.
Dari samping, SUV ini terlihat mengalir berkat floating roof, door handle tersembunyi, dan pelek multi-spoke. Bagian buritan juga memakai pendekatan serupa dengan lampu yang selaras dengan sektor depan, sehingga kesan tangguh dan elegan tetap terjaga.
Dimensi besar dan kabin yang sangat lapang
Ukuran GX menjadi salah satu daya tarik utamanya. Seluruh varian sama-sama punya panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, dan wheelbase 3.115 mm.
Dimensi itu menempatkan GX sebagai SUV bongsor yang menonjolkan ruang kabin lega. Proporsinya juga mendukung karakter premium, apalagi dengan sumbu roda yang panjang untuk kelasnya.
Tiga opsi penggerak dengan tenaga besar
Xpeng GX hadir dalam tiga varian utama, yakni EREV, BEV AWD, dan BEV RWD. Opsi EREV memakai mesin 1.5T dengan motor ganda yang menghasilkan tenaga maksimal 497 dk.
Pada varian ini, baterai 63,3 kWh mendukung jarak tempuh listrik 430 km dan total jarak gabungan hingga 1.585 km menurut siklus CLTC. Angka itu membuatnya menonjol sebagai opsi yang paling fleksibel untuk penggunaan jarak jauh.
Di sisi lain, varian BEV AWD membawa dual motor dengan tenaga puncak 577 dk dan baterai 110 kWh. Sementara itu, BEV RWD memakai motor tunggal 362 dk dengan baterai 91,9 kWh dan jarak tempuh 665 km.
Harga dan posisi di pasar China
Di China, GX dipasarkan pada rentang 279.800 yuan hingga 359.800 yuan. Dalam konversi yang tercantum, banderol itu setara sekitar Rp 730 jutaan sampai Rp 930 jutaan.
Saat ini tersedia delapan varian berbeda secara total, sehingga konsumen punya banyak pilihan sesuai kebutuhan. Ragam opsi itu memperkuat positioning GX sebagai SUV listrik premium berskala besar dengan pendekatan produk yang cukup lengkap.
Peluang masuk Indonesia masih menunggu lampu hijau
Peluang hadir di Indonesia tetap terbuka, tetapi semuanya bergantung pada kehadiran versi setir kanan dari pabrikan pusat. Iki Wibowo, CEO Xpeng Indonesia, menegaskan pihaknya akan mempertimbangkan mobil ini jika konfigurasi kemudi kanan sudah tersedia.
Ia juga menyebut volume pasar Indonesia yang masih belum cukup besar membuat permintaan model khusus belum mudah diajukan. Karena itu, keputusan untuk membawa GX masuk pasar tanah air masih menunggu kesiapan produk dari prinsipal.
Bagi pasar yang mengutamakan teknologi, daya jelajah, dan desain berbeda, GX menawarkan paket yang sangat kuat. Tantangan terbesarnya justru bukan pada spesifikasi, melainkan pada kesiapan versi yang sesuai untuk kemudi kanan.







