Volkswagen AG kembali ditekan untuk mencari dana segar lewat penjualan aset, dan Ducati kini ikut masuk dalam perbincangan. Merek motor premium itu dinilai bisa jadi salah satu aset paling menarik yang dimiliki grup asal Jerman tersebut, di saat VW sedang menghadapi masalah keuangan dan dorongan besar untuk beralih ke mobil listrik.
Dorongan itu muncul setelah VW lebih dulu melepas 51 persen saham Everllence, produsen mesin kapal dan turbin, kepada Bain Capital pada akhir Juni. Transaksi tersebut menghasilkan sekitar €7,4 miliar dan memicu bankir investasi menyodorkan opsi lain, termasuk menjual Ducati atau melepas Lamborghini ke bursa, sebagaimana dilaporkan Financial Times yang dikutip Visordown.
Ducati jadi aset yang paling menarik
Di antara unit nonmobil VW, Ducati dipandang punya nilai yang sangat kuat. Pabrikan asal Bologna itu masih menikmati permintaan yang solid, profitabilitas yang sehat, serta citra premium yang ditopang model-model motornya.
Daya tarik Ducati juga datang dari kiprahnya di arena balap. Di MotoGP, Ducati tengah mendominasi dengan enam gelar konstruktor beruntun, sementara setiap juara dunia sejak 2022 menunggang motor Desmosedici buatan mereka.
Pabrikan itu juga baru meneken perjanjian komersial yang mengikatnya tampil di MotoGP hingga minimal 2031. Kondisi ini membuat Ducati dipandang bisa memancing tawaran tinggi jika benar-benar dijual.
VW sedang merapikan portofolio
Penjualan Everllence bukan langkah tunggal. VW sebelumnya sudah mengumumkan penjualan rumah desain Italdesign pada Desember lalu, lalu melepas saham di Bugatti Rimac dan Rimac Group pada tahun ini.
Rangkaian aksi korporasi itu terjadi di tengah tekanan keuangan berat. Financial Times menyebut VW bersiap memangkas hingga 100.000 pekerjaan atau sekitar seperenam dari total tenaga kerjanya, sekaligus menutup empat pabrik.
Tekanan itu juga datang dari kompetisi yang makin keras di Eropa. VW harus menghadapi gempuran pabrikan mobil listrik China, sementara biaya pengembangan generasi baru kendaraan listrik terus menyedot dana besar.
Kinerja keuangan masih rapuh
Kondisi internal grup itu juga terlihat dari hasil terbaru. Saat memaparkan hasil kuartal pertama 2026, CFO sekaligus COO Volkswagen Group Arno Antlitz mengatakan laba operasi perusahaan masih jauh terlalu rendah di 4,3 persen.
Antlitz juga menilai pemangkasan biaya yang sudah direncanakan belum cukup. Pernyataan itu menegaskan bahwa VW masih mencari cara tambahan untuk memperbaiki struktur biaya dan memperkuat portofolio bisnisnya.
Di sisi lain, belum ada keputusan resmi untuk menjual Ducati. VW juga tidak memberi komentar soal kemungkinan pelepasan aset besar lain, sementara sejumlah analis menilai peluang grup itu benar-benar melepas merek-merek tersebut masih kecil.
Spekulasi lama yang kembali muncul
Nama Ducati sebenarnya bukan kali pertama muncul dalam spekulasi penjualan. Pada 2017, VW sempat menjajaki opsi melepas pabrikan itu, tetapi rencana tersebut kandas setelah mendapat tentangan keras dari serikat buruh.
Saat ini Ducati berada di bawah Lamborghini, yang dimiliki Audi sebagai bagian dari VW AG. Struktur itu membuat setiap keputusan terkait Ducati ikut terkait dengan strategi lebih luas di tubuh grup Volkswagen.
CEO VW AG Oliver Blume sebelumnya menegaskan bahwa langkah melepas saham mayoritas kepada mitra baru yang kuat bisa menjadi langkah berikutnya yang tepat. Ia juga menyebut manuver seperti itu akan membantu VW semakin fokus pada bisnis intinya.
Source: www.cnnindonesia.com






