Mengecek kondisi oli mesin bisa menjadi langkah cepat untuk mengenali mobil bekas yang pernah terendam banjir. Salah satu tanda yang paling mudah dilihat adalah perubahan warna oli akibat tercampur air.
Masalah ini penting diperhatikan karena air yang masuk ke oli tidak hanya menjadi petunjuk riwayat banjir, tetapi juga bisa memicu kerusakan mesin. Kontaminasi tersebut dapat mengganggu pelumasan, memunculkan suara mesin kasar, hingga meningkatkan risiko keausan dan karat.
Doni, mekanik bengkel spesialis Nawilis Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa oli mesin yang tercampur air biasanya berubah warna. Menurut dia, tampilannya bisa menjadi cokelat pekat atau memutih, mirip susu cokelat.
Perubahan ini dapat dicek lewat indikator pada ujung dipstick oli mesin. Jika warna oli tidak tampak bening kehitaman seperti normalnya, kondisi itu patut dicurigai.
Pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan membuka tutup oli mesin. Dari bagian ini, pemilik atau calon pembeli mobil bekas dapat melihat langsung apakah ada bercak oli dengan warna keruh seperti yang disebutkan.
Jika bercaknya terlihat cokelat pekat atau memutih, itu menjadi indikasi oli sudah tercampur air. Kondisi tersebut berbeda dengan oli yang masih sehat, yang umumnya berwarna bening kehitaman.
Menurut Doni, kadar air yang masuk ke dalam oli akan menciptakan warna keruh. Saat oli bersirkulasi dan terkena panas mesin, campuran itu menjadi menyatu atau blend sehingga perubahan warnanya semakin jelas.
Tanda lain juga bisa muncul dari suara mesin. Mesin dapat terdengar lebih kasar, bahkan menimbulkan bunyi seret dan ketukan.
Gejala itu terjadi karena kontaminasi antara oli dan air menghilangkan senyawa pelumasan. Saat kemampuan melumas menurun, gesekan antarkomponen mesin meningkat dan suara kerja mesin pun berubah.
Risikonya tidak berhenti pada bunyi mesin saja. Sirkulasi oli mesin justru dapat membawa kadar air mengalir ke seluruh komponen mesin.
Kondisi tersebut membuat potensi karat ikut meningkat. Dalam jangka lanjut, komponen bisa mengalami keausan tinggi karena pelumasan tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Itu sebabnya pemeriksaan oli menjadi tahap penting saat menilai mobil bekas, terutama jika ada kecurigaan kendaraan pernah terdampak banjir. Pemeriksaan visual melalui dipstick dan tutup oli bisa membantu menemukan tanda awal tanpa harus membongkar mesin.
Namun, temuan oli berwarna keruh tidak boleh diabaikan. Doni mengingatkan oli mesin harus segera dikuras karena jika dibiarkan, kondisi itu bisa berujung pada kerusakan mesin.
Bagi calon pembeli mobil bekas, fokus pada warna oli dan suara mesin dapat menjadi langkah awal yang praktis. Jika keduanya menunjukkan gejala tidak normal, pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan sebelum memutuskan transaksi.
Oli yang tercampur air bukan sekadar masalah tampilan cairan pelumas. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa mesin telah terpapar kontaminasi yang bisa menyebar ke banyak bagian melalui sirkulasi oli.







