Langkah VinFast mendaftarkan nama EVO memicu perhatian karena sebutan itu selama ini lekat dengan Mitsubishi Lancer Evolution. Bukan hanya EVO, produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu juga mendaftarkan nama Viper, nama yang identik dengan model Dodge.
Kabar ini menarik karena nama-nama tersebut tidak disiapkan untuk mobil sport. VinFast justru mengarahkannya ke lini skuter listrik baru di pasar domestik Vietnam, sebuah strategi yang langsung memunculkan pertanyaan soal arah branding merek tersebut.
Menurut laporan Carbuzz, pendaftaran merek dagang itu terungkap pada pertengahan 2026. Temuan ini segera memancing diskusi di kalangan penggemar otomotif karena EVO dan Viper sudah lama punya tempat khusus dalam sejarah mobil performa.
VinFast sendiri selama ini dikenal lewat pola penamaan VF untuk jajaran mobil listriknya, dari VF3 hingga VF9. Munculnya EVO dan Viper menunjukkan perusahaan itu mulai mencoba pendekatan berbeda dalam memberi identitas pada produknya.
Bukan untuk mobil sport
Meski nama yang dipilih terdengar agresif dan sarat asosiasi performa, penggunaan EVO dan Viper disebut bukan untuk mobil. Fokusnya justru mengarah ke kendaraan roda dua, segmen yang sangat populer di pasar utama VinFast.
Nama-nama baru itu kemungkinan besar dipakai di Vietnam. Artinya, langkah ini lebih dekat ke strategi pasar lokal ketimbang upaya langsung menghidupkan nama legendaris itu di kelas mobil performa.
EVO menjadi nama yang paling menyita perhatian karena asosiasinya sangat kuat dengan Mitsubishi Lancer Evolution. Mobil itu dikenal luas sebagai ikon reli dan performa tinggi, sehingga perpindahan nama ke skuter listrik terasa kontras.
Di sisi lain, Viper juga membawa bobot historis tersendiri di dunia otomotif. Karena itu, pendaftaran dua nama ini tidak hanya dilihat sebagai urusan administratif, tetapi juga sebagai manuver pencitraan yang cukup berani.
Arah baru portofolio VinFast
Langkah tersebut tampaknya menjadi bagian dari rencana yang lebih besar. VinFast juga mendaftarkan sejumlah nama lain seperti Subab, Saxil, Sulad, Kyo, Surad, Flaxx, Sadie, Kinet, Rasad, Sudub, dan Feliz II.
Deretan nama itu memberi sinyal bahwa VinFast sedang menyiapkan portofolio produk baru yang lebih luas. Fokus utamanya mencakup skuter listrik generasi berikutnya dengan identitas yang lebih beragam dan mudah diingat.
VinFast dinilai ingin keluar dari pola penamaan lama yang sangat bergantung pada kode VF. Dengan nama yang lebih khas, perusahaan berpeluang memperkuat daya tarik merek sekaligus membuat produknya lebih menonjol di pasar global.
Strategi ini juga bisa dibaca sebagai upaya membangun citra yang lebih emosional. Nama seperti EVO dan Viper punya resonansi kuat, sehingga lebih cepat memancing perhatian dibanding kode model yang bersifat teknis.
Model yang sudah dikaitkan dengan nama EVO dan Viper
Dalam laporan yang beredar, nama Viper dikaitkan dengan sebuah skuter listrik VinFast. Harga model ini disebut sekitar Rp30,9 juta atau USD 1.730.
Sementara itu, nama EVO dikaitkan dengan skuter bergaya Vespa. Model ini disebut dibanderol sekitar Rp13,6 juta atau USD 760, menempatkannya pada posisi yang berbeda dari Viper.
Ada pula model lain seperti Sadie dan Saxil yang disebut akan hadir sebagai varian “luxury”. Keduanya dikabarkan memakai motor 6 hp dan memiliki kecepatan puncak 80 km/jam.
Informasi tersebut memperlihatkan bahwa nama-nama yang didaftarkan bukan sekadar cadangan. VinFast tampaknya memang sedang membangun susunan produk roda dua yang lebih lengkap, dari model bergaya klasik hingga varian yang lebih premium.
Efek ke persepsi pasar
Pemakaian nama EVO oleh VinFast berpotensi menimbulkan dua reaksi sekaligus. Bagi sebagian konsumen, nama itu bisa memicu rasa penasaran karena familiar dan mudah dikenali.
Namun bagi penggemar otomotif, terutama yang akrab dengan sejarah Mitsubishi, nama itu juga bisa memunculkan kebingungan. EVO membawa nostalgia yang sangat kuat, sehingga penggunaannya pada skuter listrik akan terasa sebagai pergeseran makna.
Di sisi branding, justru di situlah nilai strategisnya. VinFast tampak berusaha memanfaatkan nama yang sudah punya gaung besar untuk memberi dorongan citra sporty, meski produk yang dibawanya sangat berbeda dari mobil sport legendaris.
Pendekatan seperti ini bukan tanpa preseden. Sebelumnya, Honda juga pernah menggunakan label Evo di Indonesia untuk menghiasi motor terbaru mereka, Vario 160.
Bagi VinFast, langkah mendaftarkan EVO dan Viper menunjukkan ambisi memperluas daya tarik merek lewat nama yang lebih kuat secara emosional. Dan meski bukan untuk mobil sport, dua nama itu sudah cukup untuk membuat pasar kembali memperhatikan gerak produsen kendaraan listrik asal Vietnam tersebut.
Source: www.suara.com






