iCAR V27 Meluncur di GIIAS 2026, Lebih Buas dari V23 dan Tak Bergantung Charger

iCAR Indonesia bersiap memperkenalkan SUV baru di GIIAS 2026, dan model yang dibawa bukan sekadar penerus dari V23. iCAR V27 datang dengan tenaga yang lebih besar, dimensi yang lebih bongsor, serta pendekatan teknologi yang berbeda untuk menjangkau kebutuhan pengguna SUV keluarga bergaya petualang.

Kabar ini penting karena V27 tidak mengusung sistem baterai murni seperti V23. Model baru ini memakai teknologi Extended-Range Electric Vehicle atau EREV, yang mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin bensin 1.5 liter turbo sebagai generator pengisi baterai saat daya mulai menipis.

Tommy Hermansyah, Product Planning Manager iCAR Indonesia, menyatakan bahwa V27 akan diperkenalkan di GIIAS. Ia juga menegaskan bahwa tahap di pameran itu masih sebatas perkenalan awal dan belum disertai harga resmi.

Langkah ini menjadi kelanjutan ekspansi iCAR di Indonesia setelah debut V23 pada awal 2026. Kehadiran V27 sekaligus memperlihatkan bahwa merek asal Tiongkok itu tidak hanya bermain di SUV listrik murni, tetapi juga menyiapkan opsi elektrifikasi lain untuk pasar lokal.

Lebih bertenaga dari V23

Daya tarik terbesar V27 ada pada performanya yang diposisikan lebih tinggi dari V23. Untuk versi penggerak roda belakang atau RWD, iCAR membekalinya dengan motor listrik bertenaga hingga 185 kW.

Di atasnya, tersedia varian all-wheel drive atau AWD dengan dua motor listrik. Total tenaganya mencapai 336 kW, angka yang menempatkan V27 sebagai SUV dengan karakter performa yang jauh lebih kuat.

Konfigurasi AWD itu juga diklaim sanggup melesat dari 0-100 km/jam dalam sekitar 5,5 detik. Angka tersebut menunjukkan bahwa V27 tidak hanya menjual tampilan tangguh, tetapi juga akselerasi yang serius untuk kelas SUV bergaya petualang.

Pendekatan ini membuat V27 tampil berbeda dari banyak SUV elektrifikasi yang lebih menekankan efisiensi semata. iCAR terlihat mencoba menggabungkan tenaga besar, jarak tempuh panjang, dan desain yang tegas dalam satu paket.

Andalkan sistem EREV

Perbedaan paling mendasar antara V27 dan V23 ada di sistem penggeraknya. Jika V23 merupakan BEV atau mobil listrik murni, V27 memakai skema EREV yang memadukan sensasi berkendara mobil listrik dengan dukungan mesin bensin sebagai penambah daya jelajah.

Dalam sistem ini, motor listrik tetap menjadi sumber penggerak utama. Mesin bensin 1.5 liter turbo tidak mengambil peran sebagai penggerak roda utama, melainkan berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai ketika kapasitas energi mulai menurun.

Konsep seperti ini memberi solusi bagi pengguna yang ingin tetap merasakan karakter mobil listrik tanpa terlalu bergantung pada infrastruktur pengisian daya. Bagi pasar seperti Indonesia, pendekatan tersebut bisa menjadi nilai jual yang kuat karena menawarkan fleksibilitas lebih tinggi.

Keunggulan lain dari sistem EREV ada pada sisi jarak tempuh. V27 dibekali baterai berkapasitas 34,3 kWh yang memungkinkan mobil melaju sekitar 200 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar CLTC.

Saat baterai itu dipadukan dengan tangki bahan bakar dan mesin range extender, total jarak tempuhnya diklaim bisa menembus lebih dari 1.200 km dalam sekali pengisian energi penuh. Angka ini menjadi salah satu sorotan utama karena memperluas skenario penggunaan, dari komuter harian hingga perjalanan antarkota.

Bodi besar, karakter tetap boxy

Selain performa, V27 juga membawa perubahan besar pada ukuran bodinya. SUV ini memiliki panjang sekitar 4,9 meter dengan wheelbase 2.910 mm, membuatnya jauh lebih besar dibandingkan V23.

Dimensi tersebut memberi keuntungan pada ruang kabin dan kapasitas bagasi. iCAR memosisikannya sebagai SUV lima penumpang yang tetap mengedepankan sisi praktis untuk keluarga, tanpa meninggalkan karakter petualang yang sudah melekat pada identitas merek.

Secara desain, V27 mempertahankan bentuk boxy yang menjadi ciri khas iCAR. Siluet mengotak dipadukan dengan overfender besar, kap mesin tinggi, serta desain lampu depan dan belakang yang modern untuk menegaskan kesan tangguh.

Tampilan itu membuat V27 mudah dikenali sebagai SUV yang bermain di wilayah gaya off-road premium. Meski ada yang menilai wujudnya mengingatkan pada SUV ikonik asal Eropa, iCAR tetap membawa identitas desainnya sendiri.

Kehadiran model ini juga berpotensi membuka babak baru untuk pasar elektrifikasi nasional. Jika masuk sesuai rencana, V27 bisa menjadi salah satu SUV EREV pertama yang dipasarkan resmi di Indonesia dan memberi alternatif baru bagi konsumen yang menginginkan tenaga besar, kabin lega, dan jarak tempuh panjang dalam satu kendaraan.

Source: otodriver.com
Terkait