Persaingan mobil listrik di Indonesia pada semester I 2026 berubah cepat. Jaecoo J5 muncul sebagai model paling laris dan langsung menggeser BYD Atto 1, sementara total pasar EV tumbuh 80,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Data wholesales Gaikindo menunjukkan distribusi mobil listrik sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 69.739 unit. Angka itu menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik nasional bukan lagi digerakkan oleh satu atau dua model, melainkan oleh banyak merek yang saling berebut perhatian konsumen.
| Peringkat | Model | Penjualan |
|---|---|---|
| 1 | Jaecoo J5 | 16.990 unit |
| 2 | BYD Atto 1 | 10.116 unit |
| 3 | Geely EX2 | 6.582 unit |
| 4 | BYD M6 | 5.844 unit |
| 5 | BYD Sealion 07 | 4.156 unit |
| 6 | Wuling Darion EV | 3.071 unit |
| 7 | Denza D9 | 2.823 unit |
| 8 | Geely EX5 | 1.587 unit |
| 9 | GAC Aion V | 1.578 unit |
| 10 | Wuling Eksion EV | 1.520 unit |
| 11 | GAC Aion UT | 1.476 unit |
| 12 | VinFast VF3 | 1.355 unit |
| 13 | Chery J6 (termasuk J6T) | 1.335 unit |
| 14 | MG S5 | 1.198 unit |
| 15 | Wuling Air ev | 908 unit |
Jaecoo J5 dan kejutan di puncak
Jaecoo J5 menjadi kejutan terbesar karena merek ini langsung memimpin daftar tanpa perlu portofolio model yang panjang. Dengan 16.990 unit, satu model tersebut sudah cukup untuk mengungguli nama-nama yang lebih dulu dikenal di pasar EV Indonesia.
Pencapaian ini menunjukkan konsumen mulai memberi ruang lebih besar bagi merek baru. Faktor seperti fitur lengkap, desain modern, dan harga yang kompetitif tampaknya menjadi kombinasi yang paling menarik perhatian pembeli.
BYD masih kuat lewat banyak model
Meski Atto 1 berada di posisi kedua sebagai model, BYD tetap menjadi pemimpin pasar merek dengan total 21.432 unit atau sekitar 30,73 persen pangsa pasar nasional. Angka itu dibangun dari kontribusi beberapa model sekaligus, bukan hanya satu produk unggulan.
Atto 1 menyumbang 10.116 unit, lalu disusul M6 dengan 5.844 unit yang banyak diminati keluarga. Sealion 07 juga ikut menguatkan posisi BYD di segmen SUV listrik premium lewat 4.156 unit.
Geely dan Wuling bermain dengan pendekatan berbeda
Geely berhasil menembus tiga besar lewat EX2 yang mencatat 6.582 unit, sementara EX5 menambah 1.587 unit. Kombinasi itu memperlihatkan bahwa Geely mulai mendapat tempat di kalangan konsumen yang mencari SUV listrik dengan harga lebih terjangkau.
Wuling juga tetap menjaga eksistensinya dengan dua wajah pasar yang berbeda. Darion EV menjadi model paling menonjol dari merek ini dengan 3.071 unit, sedangkan Eksion EV menyumbang 1.520 unit dan Air ev masih mencatat 908 unit sebagai city car listrik ringkas yang tetap punya basis pengguna loyal.
Segmen premium dan perkotaan sama-sama bergerak
Pasar EV semester ini tidak hanya bergerak di kelas menengah, tetapi juga di segmen premium. Denza D9 membukukan 2.823 unit dan menunjukkan bahwa MPV listrik mewah juga punya permintaan yang solid.
Di sisi lain, model yang lebih ringkas tetap punya ruang. VinFast VF3 mencatat 1.355 unit, sedangkan Chery J6 termasuk J6T mengumpulkan 1.335 unit dan MG S5 berada di 1.198 unit.
Data yang dihimpun moladin.com memperlihatkan bahwa mobil listrik Indonesia kini diperebutkan oleh banyak pendekatan sekaligus, dari city car mungil hingga MPV premium. Dengan volume pasar yang terus naik, persaingan di semester berikutnya berpotensi semakin rapat di hampir semua segmen.
