PT Indomobil Energi Baru, bagian dari Indomobil Group, mengambil peran aktif mendukung transformasi mobilitas ramah lingkungan di Bali melalui penyelenggaraan Bali Fun Run by Indomobil. Acara yang mengusung tema "Electrify Your Run, Sustain the Planet" ini berhasil menarik lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan yang digelar di Lapangan Renon, Denpasar, ini sekaligus menandai komitmen perusahaan dalam memperkenalkan kendaraan listrik sebagai solusi transportasi masa depan yang berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Multi Pihak
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan Bali. Ia menyoroti peranan kendaraan ramah lingkungan sebagai bagian strategis dalam menjaga ekosistem pulau yang menjadi destinasi wisata kelas dunia ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta, menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik. "Kami optimistis dengan dukungan Maxus dan dinas terkait, Bali dapat mempertahankan keindahan alamnya sekaligus mengurangi emisi karbon yang berkontribusi pada perubahan iklim," ujarnya.
Pengenalan Kendaraan Listrik Premium Maxus
Setelah kegiatan fun run, pameran kendaraan listrik dilaksanakan, menampilkan dua model unggulan dari Maxus, yakni MIFA 7 dan MIFA 9. Chief Operating Officer PT Indomobil Energi Baru, Yudhy Tan, menyampaikan bahwa Bali merupakan pasar utama bagi Maxus. Kendaraan-kendaraan tersebut tidak hanya menawarkan kemewahan dan kenyamanan, tetapi juga solusi nyata yang mendukung sektor pariwisata dan operasional pemerintah secara berkelanjutan.
Maxus menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan optimal bagi pelanggan di Bali melalui jaringan dealer yang kuat, dukungan produksi lokal, serta layanan purna jual terpadu. Hal ini bertujuan mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mempermudah transisi menuju mobilitas rendah emisi di wilayah tersebut.
Fitur dan Keunggulan Maxus MIFA 7 dan MIFA 9
Maxus MIFA 7 merupakan MPV listrik dengan kapasitas 6-7 penumpang yang didesain modern dan nyaman. Mobil ini dilengkapi layar hiburan besar, teknologi konektivitas pintar, dan sistem kontrol iklim otomatis 3 zona. Fitur keselamatan aktif seperti adaptive cruise control, lane departure warning, dan autonomous emergency braking juga menjadi nilai tambah. Dengan jangkauan jarak tempuh hingga 500 km dalam sekali pengisian baterai, MIFA 7 sangat cocok untuk keluarga maupun layanan pariwisata yang mengutamakan efisiensi.
Di segmen yang lebih premium, Maxus MIFA 9 menawarkan kabin yang lebih luas dengan konfigurasi captain seat dan interior berkelas. Sistem hiburan personal serta teknologi keselamatan tingkat lanjut seperti blind spot detection dan kamera 360 derajat meningkatkan pengalaman berkendara. Kapasitas baterai MIFA 9 memungkinkan perjalanan lebih dari 600 km, menjadikannya pilihan ideal untuk kebutuhan dinas dan transportasi wisatawan kelas atas di Bali.
Strategi Jangka Panjang dan Dampak Terhadap Bali
Maxus menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan program Bali Energi Bersih serta target Bali Net Zero Emission 2045. Fokus utama kerjasama meliputi penyediaan armada kendaraan listrik sebagai sarana transportasi dinas, layanan publik, dan pendukung industri pariwisata.
Selain menghadirkan produk kendaraan listrik, Maxus juga memberikan perhatian serius terhadap dukungan aftersales, ketersediaan suku cadang, dan edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatan teknologi listrik dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa transformasi mobilitas di Bali dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui inisiatif ini, Maxus turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem transportasi bersih di Bali yang tidak hanya mendukung pariwisata hijau tetapi juga menjaga kualitas udara dan estetika alam pulau dewata. Langkah tersebut diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam percepatan elektrifikasi transportasi yang berwawasan lingkungan di Indonesia.







