OxygenOS dan Realme UI Terancam Hilang, OPPO Disebut Siapkan Satu ColorOS untuk Semua

OPPO dikabarkan sedang menyiapkan perubahan besar pada strategi perangkat lunaknya dengan mengganti OxygenOS dan Realme UI memakai ColorOS. Jika langkah ini benar terjadi, OnePlus, Realme, dan OPPO akan bergerak di bawah satu platform antarmuka yang sama.

Kabar ini menarik karena OxygenOS dan Realme UI selama bertahun-tahun punya identitas sendiri meski berasal dari akar korporasi yang sama. Bagi pengguna, perubahan ini bukan sekadar soal nama sistem, tetapi juga soal berakhirnya dua merek software yang sudah membangun basis penggemar setia.

Menurut laporan eksklusif Smartprix, OPPO disebut tengah menstandarkan software di seluruh lini ponselnya. Arah kebijakan ini muncul setelah perusahaan mulai merestrukturisasi divisi smartphone-nya.

Alasan utama di balik perubahan

Faktor efisiensi disebut menjadi pendorong utama rencana ini. Menjaga tiga Android skin yang berbeda membuat perusahaan harus menanggung tim pengembangan, siklus pengujian, peluncuran fitur, dan dukungan software jangka panjang secara terpisah.

Dengan hanya berfokus pada satu sistem operasi, OPPO dinilai bisa mengurangi pekerjaan yang tumpang tindih. Langkah itu juga berpotensi menyederhanakan pengembangan dan mempercepat distribusi pembaruan untuk perangkat OPPO, OnePlus, dan Realme.

Satu codebase juga dianggap memberi manfaat teknis yang lebih luas. Pengembangan fitur bisa dibuat lebih sederhana, stabilitas software berpotensi meningkat, dan kemampuan AI baru bisa dibawa ke beberapa merek pada waktu yang lebih bersamaan.

Perubahan ini juga sejalan dengan restrukturisasi internal yang sudah berjalan. OnePlus dan Realme disebut telah menggabungkan operasi penting mereka di China pada awal tahun ini.

Pengembangan produk, riset, dan perencanaan global kini ditangani lewat struktur bersama. Dalam situasi seperti itu, penggunaan platform software tunggal dipandang sebagai langkah lanjutan yang logis.

Dampaknya bagi OnePlus dan Realme

Jika laporan tersebut akurat, ponsel OnePlus dan Realme generasi berikutnya dapat hadir dengan branding ColorOS, bukan lagi OxygenOS atau Realme UI. Meski pengalaman pemakaian sehari-hari mungkin tidak berubah drastis, perubahan identitas ini tetap punya arti besar bagi pasar.

OxygenOS selama ini dikenal karena tampilan yang bersih dan pendekatan yang dekat dengan Android murni. Reputasi itu membantu OnePlus membangun komunitas loyal yang melihat software sebagai salah satu kekuatan utama merek tersebut.

Sementara itu, Realme UI juga berkembang dengan karakter yang berbeda. Antarmuka ini dikenal punya identitas sendiri dan cukup dekat dengan segmen pengguna muda yang menjadi basis penting Realme.

Karena itu, transisi ke ColorOS bisa memicu respons emosional dari pengguna lama. Bagi sebagian konsumen, nama dan karakter antarmuka tetap menjadi bagian penting dari nilai sebuah smartphone, bukan sekadar lapisan visual di atas Android.

Sebenarnya sudah makin mirip

Meski terdengar besar, perubahan ini tidak sepenuhnya datang dari nol. Versi-versi terbaru OxygenOS dan Realme UI disebut sudah berbagi banyak kode dasar yang sama dengan ColorOS.

Artinya, dari sisi fondasi teknis, ketiga antarmuka itu sudah lama bergerak makin dekat. Yang masih tersisa adalah pembeda dalam branding dan beberapa fitur unik yang menjaga identitas masing-masing.

Karena itu, jika OPPO benar-benar menyatukan semuanya di bawah ColorOS, perbedaan pada pengalaman pengguna kemungkinan tidak akan terlalu ekstrem. Namun, secara simbolik, langkah ini tetap menandai berakhirnya dua nama besar di ekosistem Android buatan grup OPPO.

Laporan ini juga menegaskan bahwa kabar yang beredar masih berada pada tahap awal dan berbasis bocoran serta spekulasi. Belum ada konfirmasi resmi yang mengunci kapan perubahan itu akan dimulai atau perangkat mana yang pertama kali menerimanya.

Tetap saja, arah yang disebut dalam laporan tersebut menunjukkan prioritas baru OPPO. Perusahaan tampaknya ingin membangun ekosistem software yang lebih seragam agar pengembangan fitur, pembaruan, dan strategi lintas merek bisa berjalan lebih cepat dan lebih efisien.

Bagi pasar, keputusan semacam ini akan menjadi ujian apakah identitas software masih punya pengaruh besar terhadap loyalitas pengguna. Bagi OPPO sendiri, penyatuan ke ColorOS dapat menjadi fondasi untuk strategi smartphone yang lebih terpadu di masa mendatang.

Source: tech.sportskeeda.com
Terkait