Google membatasi akses Meta Platforms Inc. terhadap model kecerdasan buatan Gemini setelah permintaan kapasitas komputasi awan dari perusahaan media sosial itu dinilai melampaui pasokan yang tersedia. Pembatasan ini membuat sejumlah proyek AI internal Meta ikut terdampak dan mengalami penundaan pada lini eksekusinya.
Laporan Mint menyebut keterbatasan daya pemrosesan di Google Cloud tidak hanya memengaruhi Meta, tetapi juga beberapa klien korporasi lain. Namun, Meta disebut menerima dampak paling besar karena volume permintaan model AI yang sangat tinggi dan terus menekan kapasitas yang ada.
Pembatasan terjadi di tengah tingginya kebutuhan komputasi
Google disebut sudah memberi tahu manajemen Meta sekitar Maret bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi seluruh kuota kapasitas Gemini yang ingin dibeli. Situasi ini kemudian memaksa Meta menyesuaikan penggunaan sumber daya AI yang tersedia agar tetap bisa menjaga operasional proyek internalnya.
Sebagai imbas langsung, Meta menginstruksikan karyawannya untuk lebih hemat dalam menggunakan token AI. Token menjadi satuan penting untuk mengukur intensitas pemakaian kecerdasan buatan, sehingga pembatasan ini menunjukkan adanya tekanan nyata pada sisi teknis, bukan sekadar penyesuaian administratif.
Ironi di tengah belanja modal besar industri teknologi
Kondisi tersebut muncul ketika perusahaan teknologi besar tengah menggelontorkan belanja modal miliaran dolar AS untuk cip baru dan pembangunan pusat data. Meski investasi infrastruktur terus meningkat, keterbatasan perangkat keras tetap menjadi hambatan yang membatasi laju pertumbuhan layanan cloud dan AI.
Google Cloud mencatat pendapatan kuartal I/2026 mencapai US$20 miliar, tetapi pertumbuhan optimalnya disebut masih tertahan oleh keterbatasan hardware. Sundar Pichai mengatakan kendala daya komputasi menghalangi pertumbuhan yang lebih tinggi dan ikut mendorong backlog unit komputasi awan yang melonjak hampir dua kali lipat secara kuartalan.
Kerja sama yang sudah terjalin sejak September 2025
Hubungan bisnis Google dan Meta dalam bidang AI sebenarnya sudah terbangun sejak September 2025. Saat itu, kedua perusahaan mulai menjajaki pemanfaatan model Gemini dan model sumber terbuka Gemma untuk kebutuhan pengembangan internal Meta.
Kerja sama tersebut diarahkan agar Meta dapat menyelaraskan algoritma periklanan mandirinya dengan bantuan data eksternal milik Google. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas konversi iklan di tengah persaingan ketat pasar iklan digital global.
Meta masih membuka opsi kemitraan dengan pemain AI lain
Meski bersaing langsung di pasar periklanan daring, Meta disebut tetap membuka peluang kemitraan strategis dengan Google maupun OpenAI. Langkah itu menunjukkan bahwa perusahaan masih mengandalkan kerja sama eksternal untuk memperkuat kemampuan AI di dalam ekosistemnya.
Kolaborasi komputasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan fitur percakapan pada asisten pintar Meta AI. Selain itu, penggunaan model AI pihak luar diharapkan memperkuat fungsi berbasis kecerdasan buatan di berbagai aplikasi media sosial milik Meta.
