7 Burung Yang Mampu Bertahan Di Gurun, Dari Gagak Cerdas Hingga Osprey Pemburu Ikan

Gurun sering dianggap sebagai wilayah yang terlalu keras untuk hewan apa pun. Namun, sejumlah burung justru mampu hidup dan berkembang di lingkungan ekstrem itu berkat adaptasi fisik, pola makan, dan cara mencari perlindungan yang berbeda-beda.

Fakta ini menarik karena gurun mencakup sekitar 33% lanskap bumi, tetapi curah hujannya sangat rendah, bahkan tidak lebih dari 10 inci per tahun. Dalam kondisi seperti itu, ketersediaan air menjadi tantangan utama, tetapi beberapa burung mampu memanfaatkan kaktus, sumber air kecil, dan habitat teduh untuk bertahan.

Greater roadrunner dan verdin

Greater roadrunner mudah dikenali dari kaki, ekor, dan leher yang panjang, ditambah jambul bulu di atas kepala. Burung ini ditemukan di seluruh barat daya Amerika Serikat, dari dataran setinggi permukaan laut hingga ketinggian 3.000 meter, dan menyukai semak belukar padang rumput, ngarai, serta area yang didominasi mesquite.

Verdin juga menjadi penghuni gurun yang tangguh. Burung muda ini berbulu abu-abu dengan paruh pendek yang tebal di pangkal dan runcing di ujung, lalu saat dewasa tumbuh bulu kuning di kepala dan bulu merah di bahu.

Menurut Bio Explorer, verdin hidup di vegetasi semak berduri di barat daya Amerika Serikat dan Meksiko utara. Untuk menghindari panas, burung ini tinggal di bagian dalam semak yang teduh dan memakan ulat, serangga, kumbang, larva, laba-laba kecil, serta buah-buahan berukuran kecil.

Penghuni tanah, liang, dan batang pohon

Burung hantu penggali atau burrowing owl termasuk spesies yang tinggal di tanah. Ciri fisiknya mencakup kaki panjang, tubuh cokelat berbintik putih, dan tanpa jumbai telinga, dengan ukuran yang bisa mencapai 25 sentimeter dan bobot 170 gram.

National Wildlife Federation menyebut burung ini dapat ditemukan sepanjang tahun di Florida, Meksiko, dan sebagian Amerika Selatan, kecuali hutan hujan Amazon. Mereka biasanya hidup di liang yang digali hewan lain di ruang terbuka tanpa pohon.

Pelatuk gila atau gila woodpecker juga termasuk burung yang sangat adaptif di gurun. Burung jantan memiliki tubuh hitam-putih, kepala dan perut cokelat, serta corak merah di kepala, sedangkan betina tidak memiliki corak merah itu.

Bio Explorer menerangkan bahwa burung ini tersebar di California tenggara, Arizona selatan, Nevada barat daya, dan beberapa bagian Meksiko. Mereka punya otot kepala dan leher yang sangat fleksibel, paruh panjang dan runcing, serta lidah panjang yang membantu mematuk bahan keras seperti pohon.

Ukuran besar, migrasi, dan sumber makan khas

Burung unta menjadi salah satu spesies burung paling mencolok di habitat kering. Tubuhnya tidak bisa terbang, tetapi tingginya bisa mencapai 1,7 hingga 2,8 meter dan bobotnya berkisar 63 hingga 145 kilogram.

Meski berukuran besar, burung unta mampu berlari hingga 69 kilometer per jam. A-Z Animals menyebut gurun sebagai salah satu habitat utamanya, selain hutan, sabana, dan habitat kering lainnya.

Osprey menunjukkan strategi yang berbeda karena sangat bergantung pada air. Burung ini berkembang biak di wilayah utara Kanada, lalu bermigrasi melalui gurun di barat daya Amerika Serikat ke daerah yang lebih dekat dengan khatulistiwa.

Makanan utamanya adalah ikan, yang diambil dari permukaan air atau dengan menyelam. Karena itu, osprey biasanya tinggal di sekitar danau gurun, oasis, atau sungai.

Gagak dan kemampuan bertahan di panas ekstrem

Gagak juga termasuk burung gurun yang kuat. Burung ini memiliki kemampuan mengatur panas tubuh yang hebat, sehingga bisa bertahan di lingkungan pasir yang sangat panas.

Makanannya terdiri dari serangga, bangkai, dan telur. Gagak mudah dikenali dari bulu hitam legam yang menutupi seluruh tubuh serta ukuran tubuh sekitar 67 hingga 78 sentimeter.

A-Z Animals menyebut kecerdasan gagak melampaui kebanyakan burung dan dianggap setara dengan simpanse atau lumba-lumba. Burung ini mampu memecahkan masalah sederhana dan bahkan memakai alat sederhana untuk mendapatkan makanan.

Beragam contoh itu menunjukkan bahwa gurun bukan ruang kosong bagi satwa liar. Di balik panas, kering, dan minim air, ada burung-burung yang berhasil bertahan lewat adaptasi yang sangat spesifik terhadap kondisi ekstrem.

Source: www.idntimes.com

Terkait