AdaKami Dukung 8 UMKM Minuman Tradisional & Agrowisata, Dorong Inklusi & Keberlanjutan 2026

Author: Qoo Media

AdaKami memberikan dukungan kepada delapan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor di sejumlah daerah. Program #UsahaBarengAdaKami ini diluncurkan untuk membantu UMKM dalam berbagai tantangan yang mereka hadapi agar usaha dapat berkembang dan berkelanjutan.

UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional Indonesia. Namun, pelaku usaha kerap mengalami keterbatasan dalam pengembangan dan keberlanjutan usahanya. Jonathan Kriss, Brand Manager AdaKami, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya masalah permodalan, tetapi juga pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Dukungan Spesifik Sesuai Karakter UMKM

Pendampingan dalam program #UsahaBarengAdaKami menyesuaikan karakter dan kebutuhan masing-masing UMKM. Fokus utama adalah penguatan kapasitas usaha, kelancaran operasional, dan keberlanjutan bisnis. Dengan cara ini, UMKM tidak hanya tumbuh sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar.

Contohnya, UMKM di sektor kuliner dan kopi mengusung misi inklusi sosial dan pelestarian budaya. Di Jakarta Selatan, bantuan diberikan kepada dua usaha kopi, yaitu Kopi Tuli dan Akurasa. Kedua usaha ini membuka ruang kerja inklusif bagi penyandang tuna rungu sehingga memberikan kesempatan berdaya bagi kelompok difabel.

Program ini membantu mereka memperkuat operasional harian dan pengembangan layanan agar mampu menjangkau lebih banyak pelanggan. Dukungan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengangkat segmen usaha yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Pengembangan Kopi dan Budaya Lokal di Yogyakarta

Di Yogyakarta, program ini membantu Kopi Moka Menoreh dan Kopi Selarong untuk memperkuat proses produksi dan penyajian kopi. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing kopi lokal di pasar yang lebih luas sambil tetap menjaga nilai budaya daerah.

Pendampingan juga diberikan kepada komunitas perajin batik difabel, Difabel Zone. Dukungan diberikan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta menyediakan sarana pameran yang memadai. Menurut Lidwina Wurie Akhdiyanti, pendiri Difabel Zone, dukungan tersebut sangat membantu menjawab tingginya permintaan pameran dan kemitraan yang selama ini terkendala fasilitas.

Pelestarian Minuman Tradisional dan Agrowisata

Di Sumatra Barat, House of Kawa merupakan UMKM yang fokus pada pelestarian minuman tradisional Minangkabau. Bantuan program digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan agar produksi berjalan secara konsisten.

Sementara itu, di Bali, Urban Compost mengelola sampah organik menjadi kompos secara komunitas. Dukungan dari program membantu meningkatkan efisiensi proses pengolahan yang selama ini memakan tenaga dan waktu cukup besar. Buya Azmedia, pendiri Urban Compost, menyatakan bahwa dukungan ini vital untuk menjaga keberlanjutan pelestarian lingkungan.

Selain itu, Pisangne K-Tamane diberi dukungan untuk memperkuat kapasitas usaha agrowisata yang memberdayakan petani perempuan. Melalui peningkatan kualitas produksi, usaha agrowisata ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam.

Pendekatan Holistik yang Memperhatikan Dampak Sosial dan Lingkungan

Jonathan Kriss menegaskan bahwa setiap UMKM memiliki cerita dan tantangan yang berbeda. Namun, benang merah yang terlihat adalah usaha-usaha ini berorientasi memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif.

Pendampingan yang diberikan oleh AdaKami berfokus pada cara yang relevan dan berkelanjutan. Hal ini penting agar usaha UMKM tidak hanya bertahan di pasar, tetapi juga mampu tumbuh bersama komunitas yang lebih luas dengan nilai sosial yang kuat.

Daftar UMKM dan Sektor yang Mendapat Dukungan #UsahaBarengAdaKami

  1. Kopi Tuli (Jakarta Selatan) – Usaha kopi inklusif untuk penyandang tuna rungu
  2. Akurasa (Jakarta Selatan) – Usaha kopi inklusif penyandang tuna rungu
  3. Kopi Moka Menoreh (Yogyakarta) – Promosi kopi dan budaya lokal
  4. Kopi Selarong (Yogyakarta) – Peningkatan daya saing kopi lokal
  5. Difabel Zone (Yogyakarta) – Komunitas perajin batik difabel
  6. House of Kawa (Sumatra Barat) – Pelestarian minuman tradisional Minangkabau
  7. Urban Compost (Bali) – Pengelolaan sampah organik skala komunitas
  8. Pisangne K-Tamane (Bali) – Agrowisata pemberdayaan petani perempuan

Program #UsahaBarengAdaKami ini adalah salah satu upaya strategis untuk mendampingi UMKM agar dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah yang luas. Dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha tradisional dan kreatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan serta sosial di daerahnya masing-masing.

Terbaru