Kevin Warsh kini dikabarkan menjadi calon kuat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Federal Reserve (The Fed). Pasar bereaksi cepat setelah peluangnya melonjak tinggi, disusul turunnya kemungkinan kandidat lain seperti Rick Rieder dari BlackRock yang sebelumnya dianggap favorit.
Perubahan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Trump yang mengisyaratkan pengumuman resmi calon ketua The Fed akan dilakukan dalam waktu dekat. Trump menyebutkan, “Banyak orang berpikir orang ini seharusnya sudah di posisi itu beberapa tahun lalu,” yang merujuk pada Warsh yang sempat masuk dalam pertimbangan pimpinan The Fed pada 2017.
Profil Kevin Warsh dan Sikapnya terhadap Bitcoin
Warsh dikenal sebagai ekonom yang memiliki pandangan optimis soal Bitcoin. Dalam wawancara dengan Hoover Institute, ia mempertanyakan nada “merendahkan” saat membahas Bitcoin dan menilai cryptocurrency terbesar itu bukanlah ancaman terhadap dolar. Menurutnya, Bitcoin dapat menjadi alat kontrol kebijakan yang berguna bagi pembuat kebijakan moneter.
Warsh menjelaskan, “Bitcoin tidak membuat saya khawatir … Bitcoin bukan pengganti dolar, melainkan dapat menjadi polisi kebijakan yang baik.” Ia juga menyebut teknologi blockchain sebagai “perangkat lunak terbaru yang keren” yang membuka kemungkinan baru dalam aktivitas ekonomi. Namun, ia mengakui bahwa seperti semua teknologi, blockchain bisa digunakan untuk tujuan baik maupun buruk.
Respons Pasar dan Dampak Kebijakan yang Diharapkan
Meski dukungannya terhadap Bitcoin relatif positif, pasar sempat mengalami gejolak ketika berita tentang peluang Warsh muncul. Harga Bitcoin merosot ke level sekitar $81.000, sementara aset safe haven seperti emas bahkan mengalami penurunan tajam hingga di bawah $5.000 per ons, menunjukkan reaksi yang cukup tajam dari para investor.
Salah satu alasan penurunan pasar adalah harapan Warsh untuk mengurangi ukuran neraca besar The Fed. Strategi ini berarti likuiditas yang selama ini mengalir ke pasar bisa dipangkas. Damien Boey, ahli strategi dari Wilson Asset Management, menyatakan, “Ketika mulai berbicara tentang menarik dukungan neraca yang besar, banyak hedges terhadap ekspansi neraca seperti emas, kripto, dan obligasi mulai dijual.”
Kebijakan Suku Bunga dan Tantangan The Fed
Warsh juga menunjukkan sikap mendukung pemangkasan suku bunga, sesuai keinginan Presiden Trump. Namun, kekhawatiran tetap ada terkait independensi The Fed dan bagaimana Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan menanggapi tekanan untuk memangkas bunga lebih agresif.
Dalam konteks ini, Warsh dinilai sebagai figur yang lebih stabil dan dikenal baik oleh pasar. Ia dianggap mampu menjalankan kebijakan moneter yang terukur dan menghindari langkah-langkah yang berisiko menimbulkan ketidakstabilan ekonomi jangka panjang.
Dinamika Politik dan Pengaruh Terhadap Pengangkatan Warsh
Meski Warsh mendapatkan dukungan kuat, perpolitikan di Washington masih menyisakan tantangan. Senator Thom Tillis, anggota Komite Perbankan Senat, menyatakan akan menolak konfirmasi kandidat Ketua The Fed apapun sebelum masalah hukum terkait Jerome Powell selesai.
Hal ini menimbulkan ketidakpastian terkait kelancaran proses pengangkatan Warsh. Namun, jika terpilih, Warsh diperkirakan akan membawa pendekatan ekonomi yang lebih matang sekaligus membuka jalan untuk integrasi kebijakan yang mempertimbangkan perkembangan teknologi finansial seperti Bitcoin.
Mengapa Pasar Mengamati Perubahan Ini?
Pasar global selalu menaruh perhatian besar pada kebijakan The Fed karena perannya sangat menentukan aliran modal dan stabilitas ekonomi. Calon ketua The Fed yang memiliki pandangan baru terutama soal teknologi finansial dan pengelolaan neraca moneter, seperti Warsh, menjadi topik hangat sekaligus faktor yang dapat mengubah dinamika pasar secara signifikan.
Dengan latar belakang tersebut, respons cepat pasar terhadap peluang Warsh muncul sangat wajar. Para investor mulai melakukan penyesuaian portofolio, baik di kripto maupun aset tradisional, guna mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan adaptasi terhadap teknologi baru di masa depan.
