SEC dan CFTC Luncurkan “Project Crypto” untuk Satukan Regulasi Aset Digital di AS 2026

Author: Qoo Media

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) resmi memperluas Project Crypto menjadi kerangka regulasi terpadu untuk pasar aset digital. Inisiatif ini bertujuan menyatukan pengawasan federal agar lebih efektif dan menghilangkan tumpang tindih aturan di sektor cryptocurrency.

Project Crypto yang sebelumnya dimulai oleh SEC pada 2025 kini menjadi kolaborasi kedua lembaga. Mereka berfokus pada pengaturan sistem perdagangan on-chain, proses kliring, penyelesaian transaksi, serta penyimpanan aset digital secara bersama-sama.

Tujuan Utama Project Crypto

Kedua agensi berkomitmen mengurangi kebingungan hukum dan mempermudah perusahaan yang berada di bawah pengawasan ganda. Paul S. Atkins, Ketua SEC, menyebut proyek ini sebagai “inisiatif paling ambisius antar kedua lembaga dalam satu generasi.” Ia menekankan pentingnya menciptakan regulasi yang efektif namun tidak memberatkan dengan dua versi aturan berbeda.

Michael S. Selig dari CFTC menambahkan, Project Crypto membawa “koordinasi, koherensi, dan pendekatan terpadu” di pengawasan pasar aset kripto. Hal ini menjadi peluang langka untuk mengatasi konflik kewenangan yang sudah lama terjadi antara SEC dan CFTC.

Langkah Strategis dan Prioritas Regulasi

Menurut rencana, SEC dan CFTC akan mengembangkan taksonomi aset kripto bersama guna membedakan secara jelas antara sekuritas dan komoditas. Hal ini penting untuk menghindari duplikasi pendaftaran perusahaan di kedua lembaga.

Memorandum of Understanding (MoU) juga akan segera diterbitkan. MoU tersebut mengatur mekanisme berbagi data, pengawasan bersama, panggilan pimpinan mingguan, serta penyusunan aturan yang selaras. Tujuannya agar sistem ini tetap berjalan kokoh tanpa tergantung pada siapa pun yang memimpin di masa mendatang.

Prioritas pertama Project Crypto meliputi beberapa hal berikut:

  1. Pengaturan safe-harbor untuk pengembang perangkat lunak terkait aset digital.
  2. Panduan baru mengenai penggunaan token sebagai jaminan (collateral).
  3. Penjelasan aturan terkait perdagangan kripto dengan leverage.
  4. Evaluasi metodenya pasar prediksi dan kontrak berbasis peristiwa (event contracts).

Dukungan Pemerintah dan Situasi Legislasi

Program ini dijalankan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang sudah melantik pemimpin baru di SEC dan CFTC. Fokusnya adalah mengembalikan aktivitas kripto ke dalam regulasi domestik yang ketat namun jelas.

Meski demikian, kedua regulator terus mendorong Kongres untuk segera mengesahkan RUU seperti CLARITY Act. Namun, mereka juga siap mengeluarkan panduan jangka pendek berdasarkan undang-undang yang sudah ada saat ini.

Dengan Project Crypto, AS menunjukkan keseriusan dalam menciptakan standar pengawasan aset digital yang terintegrasi dan dapat diandalkan. Ini menjadi langkah penting dalam menghadapi perkembangan cepat industri kripto yang kini semakin kompleks dan meluas.

Terbaru