Sentimen investor terhadap pasar kripto kini mencapai titik terendah dalam tiga setengah tahun terakhir. Indeks Crypto Fear and Greed turun drastis ke angka 9, menandakan kondisi "Extreme Fear" yang belum pernah terlihat sejak runtuhnya ekosistem Terra Luna pada pertengahan tahun lalu.
Harga Bitcoin merosot ke level terendah dalam 15 bulan terakhir, yaitu di angka $60.255, sebuah penurunan sebesar 52,2% dari rekor tertinggi Oktober lalu yang mencapai $126.080. Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global.
Faktor Penyebab Penurunan Sentimen Kripto
Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh ketatnya likuiditas global yang belum mengalami ekspansi signifikan. Pengetatan kebijakan pembiayaan serta meningkatnya sikap aversi terhadap risiko membebani aset digital. Tim Sun, peneliti senior di HashKey Group, menyatakan bahwa gejolak ini mencerminkan realita pasar yang sangat dipengaruhi oleh likuiditas yang terbatas dan suasana global yang penuh ketidakpastian.
Selain itu, kebijakan Federal Reserve yang tidak menentu serta ketegangan geopolitik menambah tekanan terhadap pasar kripto. Peningkatan nilai Dolar AS, yang naik dari 95,205 ke 97,685 sejak akhir Januari, memperketat kondisi keuangan global. Hal ini disebabkan oleh krisis obligasi pemerintah Jepang yang mengguncang pasar carry trade yen secara global.
Dampak Terhadap Posisi Bitcoin dan Derivatif
Data terbaru menunjukkan bahwa nilai open interest pada kontrak berjangka Bitcoin menurun drastis ke posisi $21,96 miliar, yakni level terendah selama 15 bulan terakhir. Hal ini mengindikasikan keluarnya modal spekulatif secara besar-besaran dari pasar. Pasar opsi juga menunjukkan kecenderungan defensif, dengan skew 25-delta Bitcoin pada periode 7 hari dan 30 hari berada di bawah -28 dan -24, yang berarti para trader membayar premi tinggi untuk melindungi posisi mereka dari potensi penurunan harga.
Menurut Andri Fauzan Adziima, pemimpin riset di Bitrue, gelombang risiko yang dipicu oleh ketakutan terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi pemicu utama. Investor mulai meragukan keberlanjutan pengeluaran besar-besaran oleh perusahaan teknologi besar untuk investasi AI.
Pengaruh Korelasi dengan Pasar Saham dan Kebijakan Moneter
Pasar kripto saat ini menunjukkan korelasi kuat dengan pasar ekuitas dan sensitivitas tinggi terhadap sinyal kebijakan moneter. Nick Ruck, direktur riset di LVRG Research, menyebut bahwa faktor makroekonomi memegang peranan besar dalam penurunan pasar ini. Ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat turut memperbesar risiko dan ketidakstabilan bagi aset digital.
Fenomena penurunan sentimen ini mengindikasikan bahwa pasar kripto masih sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi makro dan sentimen global. Situasi ini memunculkan tanda-tanda bahwa pasar kripto berada dalam fase koreksi yang cukup dalam, serupa dengan kejatuhan Terra Luna yang mengguncang kepercayaan investor beberapa waktu lalu.
Ringkasan Data Penting:
- Bitcoin turun 52,2% dari puncak Oktober, ke harga $60.255.
- Indeks Crypto Fear and Greed menyentuh angka terendah 9 dalam 42 bulan.
- Open interest kontrak futures Bitcoin anjlok ke $21,96 miliar.
- Skew opsi Bitcoin menunjukkan premi besar untuk perlindungan bearish.
- Nilai Dolar AS menguat dari 95,205 menjadi 97,685, memperketat likuiditas.
- Krisis obligasi Jepang memicu ketidakpastian pasar global.
- Investor meragukan keberlanjutan investasi besar di sektor AI.
Mengamati tren ini, investor perlu memperhatikan kondisi makroekonomi dan spekulasi pasar global yang masih berlangsung, karena bisa berdampak lebih lanjut pada pergerakan harga aset kripto. Situasi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto belum keluar dari zona risiko tinggi akibat dinamika likuiditas, kebijakan moneter, dan sentimen negatif terhadap sektor teknologi.






