Rancangan Clarity Act Dinilai Bakal Redakan Volatilitas Bitcoin, Siap Segera Disahkan?

Author: Qoo Media

Pasar kripto menghadapi gejolak besar karena harga Bitcoin dan Ethereum anjlok jauh dari puncak tertinggi sepanjang masa tahun lalu. Namun, Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, meyakini bahwa pengesahan Clarity Act dapat memberikan ketenangan bagi pasar yang sedang bergejolak tersebut.

Bessent menilai bahwa aturan yang juga dikenal sebagai RUU struktur pasar kripto ini perlu segera disahkan dan sampai ke meja Presiden pada musim semi. Ia menyebut bahwa kepastian hukum dari RUU ini akan "memberikan kenyamanan besar bagi pasar," terutama di tengah penurunan Bitcoin lebih dari 29% dalam sebulan terakhir.

Pentingnya Clarity Act bagi Pasar Kripto

RUU Clarity bertujuan untuk mengatur kerangka kerja bagi pasar kripto yang selama ini kurang memiliki kepastian regulasi. Menurut Bessent, bagian dari masalah volatilitas dan ketidakstabilan pasar disebabkan oleh ketidaksesuaian dan kekacauan internal di dalam komunitas kripto itu sendiri. Ia menyebut sejumlah perusahaan kripto sebagai penghambat kemajuan RUU, yang berujung pada kerugian bagi seluruh komunitas kripto di Amerika Serikat.

Beberapa anggota Demokrat dan Republik sebenarnya tengah bekerja sama untuk mencapai konsensus dalam RUU ini. Namun, ada pula "nihilis" di dalam industri yang menolak adanya aturan ini. Bessent bahkan menyarankan agar pelaku pasar yang menolak kejelasan hukum tersebut "pindah ke El Salvador," negara yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi tanpa regulasi ketat.

Kontroversi di Balik Penolakan RUU

Salah satu tokoh yang menolak dukungan terhadap Clarity Act adalah Coinbase, bursa kripto terbesar di Amerika. Penolakan ini terutama muncul karena salah satu pasal dalam RUU yang membatasi perusahaan memberikan yield (imbal hasil) pada stablecoin bagi konsumen. CEO Coinbase, Brian Armstrong, menyatakan lebih baik tidak ada undang-undang daripada ada RUU yang buruk.

Penolakan dari perusahaan besar seperti Coinbase dapat menghambat proses pengesahan. Selain itu, menurut Bessent, perubahan komposisi politik di Kongres juga berpotensi menggagalkan RUU tersebut. Bila Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas di Dewan Perwakilan dalam pemilu tengah periode nanti, peluang kesepakatan untuk RUU ini diperkirakan akan menurun drastis.

Fakta dan Prediksi Mengenai Clarity Act

  1. Volatilitas pasar kripto terdorong oleh ketidakpastian regulasi dan perpecahan di antara pelaku industri.
  2. Clarity Act dapat menjadi solusi struktural untuk menciptakan kepastian hukum dan mengurangi risiko pasar.
  3. Dukungannya dibangun dari koalisi bipartisan, namun menghadapi tantangan dari beberapa perusahaan kripto besar.
  4. Prediksi aplikasi Polymarket memberi probabilitas 62% bahwa RUU ini akan disahkan paling lambat akhir tahun 2026.

Bessent mengingatkan bahwa selama ini kebijakan pemerintah di bawah administrasi Presiden Biden justru berdampak cukup negatif terhadap pasar kripto. Ia menyebut situasi tersebut sebagai "peristiwa kepunahan" yang melanda kripto, menegaskan perlunya perubahan signifikan yang dapat ditawarkan oleh Clarity Act.

Pengesahan Clarity Act tidak hanya penting untuk stabilitas pasar kripto AS, tapi juga berpotensi menjadi tonggak penting dalam membangun kepercayaan dan integritas industri yang masih terus berkembang ini. Semua pihak kini menanti keputusan final pemerintah dan respons dari komunitas kripto dalam mengawal perjalanan regulasi yang menyangkut masa depan aset digital global.

Terbaru