Bitcoin Masih Belum Capai Titik Terendah Final dan Investasi Bisa Mengalami Guncangan Baru Menurut Bitwise

Author: Qoo Media

Bitcoin belum mencapai titik terendah akhir dalam penurunan harga, menurut Matt Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise. Ia memperingatkan para investor untuk bersiap menghadapi tekanan lebih lanjut di pasar kripto.

Hougan menyebutkan bahwa kejadian pada 5 Februari yang menyebabkan harga Bitcoin turun drastis dari $72.000 ke $60.000 bukanlah penurunan terparah yang akan dialami. Saat ini, Bitcoin masih berada dalam kisaran harga mid-$60.000, turun hampir 50% dari rekor tertinggi pada Oktober lalu.

Potensi Penurunan Harga Bitcoin Masih Terbuka

Menurut Hougan, pasar kemungkinan akan mengalami satu atau dua guncangan besar lagi sebelum menemukan dasar yang kuat. "Saya tidak akan terkejut jika ada peristiwa seperti itu lagi di masa depan," ujarnya di podcast Blockspace.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin lebih cenderung berperilaku sebagai aset berisiko tinggi, bertolak belakang dengan status “emas digital” yang selama ini diharapkan. Sebagai perbandingan, saat harga Bitcoin terkoreksi hampir 50%, harga emas malah mencapai rekor tertinggi di atas $5.000 per ons.

Fakta ini mengubah narasi bahwa Bitcoin akan mendapat manfaat dari tren inflasi dan pelemahan mata uang fiat, serupa dengan logam mulia seperti emas dan perak yang harganya terus naik.

Awal Musim Bear Market Sudah Terjadi Sejak Awal Tahun

Beberapa analis awalnya menganggap peristiwa likuidasi besar-besaran pada Oktober sebagai awal musim bear market kripto. Namun, Hougan mengindikasikan bahwa penurunan sebenarnya sudah dimulai lebih dulu, sejak pelantikan presiden baru di Januari.

Ia menyoroti bahwa sebagian besar aset kripto, terutama layer 1 blockchains seperti Solana, Aptos, dan Avalanche, telah jatuh lebih dari 70% sejak awal tahun. Penurunan ini juga didorong oleh aksi jual besar-besaran dari institusi yang terlambat merespons kondisi pasar.

Peristiwa likuidasi sebesar $19 miliar di Oktober menjadi konfirmasi bagi masuknya musim dingin kripto, yang kemudian menggerus harga Bitcoin dan Ethereum, meski kedua aset tersebut sempat rally selama tahun berjalan.

Siklus Empat Tahunan Bitcoin dan Halving

Perilaku harga Bitcoin yang penuh gejolak dan penurunan tajam sebenarnya bukan hal baru. Sebagian besar analis sepakat bahwa Bitcoin mengikuti siklus boom-bust setiap empat tahun.

Siklus ini dipicu oleh mekanisme halving, yaitu pemotongan jumlah Bitcoin baru yang dirilis ke pasar setiap empat tahun. Hal ini mendorong sentimen positif investor dan memicu kenaikan harga secara drastis dalam waktu singkat.

Namun, setelah puncak tersebut, pasar biasanya mengalami fase beruang (bear market) yang dalam, dengan penurunan harga mencapai 80% sampai 90% akibat aksi ambil untung investor.

Menyikapi Kondisi Pasar saat Ini

Investor Bitcoin disarankan untuk menahan posisi dan bersiap menghadapi volatilitas lebih lanjut. Meski penguatan mungkin terjadi di masa depan, kondisi pasar saat ini masih penuh ketidakpastian dan risiko penurunan harga yang signifikan.

Fenomena ini juga menegaskan bahwa Bitcoin, meski memiliki potensi besar, masih sangat rentan terhadap dinamika pasar makroekonomi dan geopolitik global. Pemahaman akan siklus pasar dan kesiapan menghadapi tekanan akan menjadi faktor penting bagi pelaku pasar cryptocurrency ke depan.

Terbaru