Pasar Bitcoin menunjukkan pergerakan yang kurang stabil setelah sempat melonjak di atas $69.000 pada Selasa. Harga Bitcoin turun lebih dari 3% menjadi sekitar $65.000 pada Jumat seiring penurunan pasar saham dan kenaikan harga emas sebesar 1,4%.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mengalami koreksi sebesar 0,7% dan 1,15% masing-masing sejak pembukaan pasar di New York pada Jumat pagi. Data dari CoinGecko mencatat Bitcoin diperdagangkan di angka $65.222 dan mengalami penurunan 3,5% dibandingkan minggu sebelumnya.
Fluktuasi Bitcoin dan Aset Digital Lain
Bitcoin saat ini diperdagangkan pada hampir setengah harga tertingginya sekitar $126.080 yang pernah dicapai sebelumnya. Pergerakan harga yang bergejolak sepanjang pekan lalu diawali dengan aksi jual besar pada hari Senin. Selain itu, implementasi tarif global 10% yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump menambah ketidakstabilan pasar.
Namun, pengumuman laporan keuangan Nvidia yang positif sempat menstabilkan pasar saham teknologi dan aset kripto secara umum. Analis dari bursa kripto Bitbank di Tokyo mengungkapkan bahwa momentum kenaikan Bitcoin melemah setelah menembus level psikologis $70.000. Mulai Kamis, Bitcoin cenderung bergerak dalam kisaran sempit antara $60.000 hingga $70.000 karena minimnya katalis baru.
Selain Bitcoin, sejumlah kripto utama lain juga mengalami penurunan signifikan. Ethereum turun lebih dari 5% ke level $1.918, XRP melemah sekitar 4% pada harga $1,35, sementara Solana jatuh lebih dari 5% ke $81,50.
Peran Emas dan Saham Teknologi
Sementara itu, harga emas menunjukkan tren naik ke angka $5.268. Investor mencari perlindungan pada aset safe haven di tengah gejolak pasar saham dan kripto. Saham-saham kripto mengalami tekanan signifikan dengan penurunan yang lebih dalam dibanding indeks pasar secara keseluruhan.
Contohnya, saham CoreWeave, perusahaan penambangan Bitcoin yang bertransformasi menjadi penyedia komputasi awan berbasis AI, turun 21% ke harga $76,92. Analis dari Macquarie menurunkan target harga saham tersebut setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan dan membutuhkan investasi besar untuk memperluas kapasitas komputasi.
Selain itu, saham Block Inc., perusahaan pembayaran milik Jack Dorsey, justru mencatat kenaikan hampir 15% sejak pembukaan pasar setelah mengumumkan pemutusan 40% pekerjaan sebagai bagian dari strategi untuk lebih fokus menggunakan teknologi AI. Namun, beberapa perusahaan dengan fokus Ethereum mengalami penurunan nilai saham. BitMine Immersion Technologies merosot 7,3% ke harga $18,95, sedangkan Sharplink turun 6,7% ke $6,73.
Dinamika Pasar dan Indikator Berikutnya
Pergerakan harga Bitcoin yang stagnan di level $65.000 menjadi indikasi adanya ketidakpastian pasar. Minimnya faktor pendorong baru membuat pergerakan harga kripto cenderung terbatas. Pada sisi lain, pergeseran investor ke aset aman seperti emas menandai kondisi pasar yang penuh kehati-hatian.
Para pelaku pasar dan analis akan terus memantau pengumuman ekonomi dan perkembangan teknologi terutama terkait investasi besar di sektor AI. Kinerja perusahaan yang menyediakan infrastruktur penambangan dan cloud computing berbasis AI juga akan menjadi indikator kesehatan pasar kripto dan teknologi ke depan.
Pergerakan harga saham dan kripto yang saling terkait ini menggambarkan hubungan kompleks antara sektor teknologi, investasi aset digital, dan sentimen ekonomi global secara umum. Pasar masih membutuhkan katalis yang kuat agar tren naik dapat berlanjut secara konsisten di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi saat ini.







