X baru-baru ini mencabut larangan iklan cryptocurrency dan judi yang sebelumnya masuk dalam daftar industri terlarang untuk promosi berbayar di platformnya. Langkah ini memungkinkan influencer dan Key Opinion Leaders (KOL) secara legal memonetisasi konten crypto di X setelah kebijakan tersebut berlaku sejak Juni lalu.
Seluruh kategori produk finansial, termasuk pinjaman, layanan investasi, dan crypto, kini tidak lagi masuk dalam kebijakan iklan terlarang X. Analis DeFi Ignas mencatat perubahan kebijakan ini baru muncul setelah 16 Februari, menandai pembalikan yang signifikan terhadap larangan sebelumnya.
Kebijakan Baru dan Transparansi Promosi Berbayar
Selain mencabut larangan crypto dan judi, X justru menambahkan industri seperti farmasi, tembakau, senjata, dan produk penurun berat badan ke daftar industri terlarang. Perubahan kebijakan ini juga diiringi penerapan kerangka kerja Paid Partnership, yang mewajibkan influencer mengungkapkan setiap promosi berbayar secara transparan.
Nikita Bier, Kepala Produk X, menekankan bahwa “promosi yang tidak diungkapkan merusak integritas produk dan membuat orang kehilangan kepercayaan terhadap konten di X.” Label “Paid Partnership” harus disertakan dalam setiap postingan yang merupakan bagian dari kerjasama berbayar. Influencer bertanggung jawab untuk memastikan konten mereka memenuhi aturan hukum yang berlaku, termasuk regulasi FTC atas endorsement.
Perbedaan Antara Paid Partnership dan Iklan Standar
Dalam kebijakan terbaru, Paid Partnership dibedakan dari iklan biasa di platform X. Konten yang dilarang dalam Paid Partnership masih bisa diperbolehkan lewat iklan berbayar X Ads. Hal ini membuka peluang baru bagi pengiklan yang ingin menjalankan kampanye crypto secara sah, sambil tetap memenuhi aturan yang ketat.
Reaksi Beragam dari Komunitas Crypto
Perubahan kebijakan ini mendapat reaksi yang beragam. Sebagian pengguna komunitas crypto menyambut baik pembukaan kembali promosi crypto di X. Namun, analis Benjamin Cowen mengingatkan bahwa “90% influencer crypto harus mencari model bisnis baru yang tidak hanya bergantung pada pura-pura menyukai proyek demi mendapat bayaran dan kemudian melepas token kepada pengikutnya.”
Sementara itu, pengguna Rune menyampaikan kekhawatiran bahwa meskipun promosi berbayar kini legal, penegakan aturan akan ketat dan mungkin berujung pada pelarangan terhadap promosi non-terungkap. “Akan sulit membedakan siapa yang mempromosikan token dengan bayaran dan siapa yang tidak dibayar, sehingga akan ada gelombang larangan besar-besaran di Crypto Twitter,” kata Rune.
Dampak Kebijakan Terhadap Strategi Pemasaran Crypto
Perubahan ini diperkirakan akan mengubah lanskap pemasaran crypto di X. Influencer yang selama ini memanfaatkan metode promosi informal perlu menyesuaikan strategi mereka sesuai aturan baru. Di sisi lain, brand dan pengiklan memiliki jalur legal yang lebih jelas untuk kampanye mereka asalkan mematuhi aturan pengungkapan.
Kebijakan ini mulai berlaku efektif segera, menunjukkan upaya X untuk menyeimbangkan kepatuhan regulasi dengan monetisasi kreator konten. Transparansi dan pelabelan yang tepat diprediksi akan menjadi elemen kunci keberhasilan strategi pemasaran crypto di platform X.







